Jakarta (ANTARA) - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya menegaskan pendaftaran mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hanya melalui portal resmi mitra.bgn.go.id.
Saat menemui para korban dugaan penipuan yang berasal dari Jawa Barat di Kantor BGN Jakarta Pusat, Selasa, Sony menegaskan BGN menerima seluruh aspirasi dari masyarakat dan mengimbau agar hati-hati terhadap segala bentuk modus penipuan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca juga: BGN: Sedikitnya 5 kasus teridentifikasi penipuan jual-beli titik SPPG
"Dalam proses pendaftaran SPPG, BGN itu enggak bekerja sama dengan satu kelompok, misalnya 'Ya, kamu himpun ini ya!' atau kerja sama dengan satu organisasi supaya dihimpun. Jadi, setiap personel mengajukan identitasnya kepada portal mitra.bgn.go.id, jadi identitasnya itu perorangan, bukan per kelompok yayasan," ujar dia.
Sony menyambut para peserta unjuk rasa dan meminta mereka untuk masuk ke ruangannya guna menyampaikan aspirasi secara terbuka dan resmi.
"Kita ngobrol saja ke ruangan. Sebutkan siapa, kapan, apa, di mana, bagaimana, mengapa, kalau ada bukti-bukti foto, transfer atau rekaman, nanti saya akan lihat, oh ini sepertinya ranah pidana, nanti saya akan koordinasi dengan Polri dan Polda,"
Sementara itu, koordinator aksi, Usep Sarwan menyampaikan dirinya bersama 23 orang lainnya ingin menyampaikan aspirasi terkait Undang-Undang Informasi Publik dan Pelayanan Publik yang membuat korban dugaan penipuan resah di Kabupaten Bandung dan Sumedang.
Baca juga: Nama kerap dicatut, Direktur BGN Harjito imbau pengelola SPPG waspada
Baca juga: BGN wajibkan SPPG miliki medsos agar masyarakat bisa awasi MBG
"Saya ingin menyampaikan aspirasi, tetapi secara resmi, ada tertulisnya juga, kemudian disaksikan rekan-rekan, karena kami adalah korban oknum yayasan yang mengatasnamakan kenal dengan para pejabat tinggi di BGN, kenal juga dengan Kementerian Pertahanan, sehingga kami korban salah satu yayasan ingin penjelasan dari Pak Sony, apakah yayasan tersebut tercatat atau tidak di BGN," tuturnya.
Ia mengaku telah membangun sebuah dapur di Sukasari, Kota Bandung, tetapi setelah membangun dapur, tidak ada kelanjutan yang mesti dilakukan setelahnya.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































