Jakarta (ANTARA) - Kereta Commuter Line rute Duri - Tangerang tiba-tiba berhenti di perlintasan sebidang RT 01/RW 11 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Selasa sore.
Seorang penumpang bernama Novi (30) di Jakarta, Selasa, menyebut bahwa insiden itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.
"Tadi sekitar jam 5-an. Saya berangkat dari Duri ke Tangerang, pulang kerja," kata Novi dari dalam gerbong kereta dengan keadaan pintu yang terbuka.
Dia mengaku bingung untuk mengambil tindakan usai kereta berhenti secara tiba-tiba. "Tungguin aja udah ampe nyala lagi," kata Novi.
Pantauan ANTARA di lokasi pada pukul 18.40 WIB, kereta masih belum bergerak. Sebagian penumpang memilih turun, sementara sebagian lagi bertahan di dalam kereta.
Adapun lampu dalam gerbong dalam keadaan mati, namun beberapa kali hidup lalu mati lagi.
Insiden itu pun mengundang perhatian warga sekitar. Anak-anak hingga orang dewasa mengitari gerbong belakang yang tepat berada pada perpotongan jalan dan perlintasan kereta.
Sementara itu, palang perlintasan ke arah Jalan Daan Mogot maupun arah sebaliknya masih tertutup.
Banyak pengendara yang akhirnya tertahan hingga memilih putar balik mencari jalur alternatif. Sebagian lagi memilih parkir di depan palang perlintasan untuk menyaksikan kereta yang terhenti itu.
Selain itu, bunyi sirene perlintasan terus berbunyi, menandakan ada insiden di tengah perlintasan. Situasi sempat berubah mencekam, saat beberapa kali kereta melintas dari arah Tangerang ke Duri.
Insiden terhentinya kereta serta banyaknya warga di sekitar perlintasan membuat kereta-kereta yang melintas, melambatkan lajunya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak KAI mengenai insiden ini.
Baca juga: Usai tergenang, KRL lintas Kebayoran-Pondok Ranji kembali beroperasi
Baca juga: KRL "green line" alami kendala akibat percikan api, penumpang menumpuk di Tanah Abang
Baca juga: KAI Commuter rekayasa jalur Tanah Abang--Rangkasbitung imbas genangan di Pondok Ranji
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































