Tokyo (ANTARA) - Korea Selatan pada Selasa mengumumkan rencana mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir untuk menghadapi ancaman rudal dan nuklir berbasis kapal selam Korea Utara.
Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan Korea Selatan (Korsel) mengatakan kapal selam bertenaga nuklir pertama diperkirakan diluncurkan pada pertengahan 2030-an dan mulai dioperasikan pada akhir dekade tersebut.
Pernyataan itu menjadi pengumuman resmi pertama Korsel terkait proyek tersebut sejak Presiden Lee Jae Myung meminta izin kepada Presiden AS Donald Trump pada pertemuan puncak Oktober lalu untuk memperoleh pasokan bahan bakar kapal selam nuklir.
"Kapal selam bertenaga nuklir memiliki kemampuan operasional yang jauh lebih unggul dibanding kapal selam diesel-elektrik konvensional, termasuk kemampuan beroperasi lebih lama di bawah air dan manuver yang tinggi," sebut pernyataan itu.
Disebutkan pula, kapal selam tersebut akan memainkan peran penting dalam menghadapi ancaman Korea Utara (Korut).
Baca juga: Korut kutuk penjualan senjata AS ke Korsel
Korsel akan menggunakan uranium dengan pengayaan rendah sebagai bahan bakar. Seluruh proses pengembangan dan pembangunan kapal selam juga akan dilakukan di dalam negeri guna memastikan kemandirian dan stabilitas pengadaan, pemeliharaan, serta perbaikan.
Dalam rapat kabinet sebelumnya, Lee mengatakan Korsel harus mempercepat pemanfaatan kecerdasan buatan dan teknologi drone serta melanjutkan pengembangan kapal selam bertenaga nuklir sebagai aset strategis utama pertahanan masa depan.
Kementerian pertahanan itu menegaskan bahwa Korsel tidak akan mengembangkan senjata nuklir.
Dikatakan pula bahwa Korsel akan tetap memenuhi kewajiban nonproliferasi nuklir selama proses pengadaan dan pengelolaan uranium berpengayaan rendah untuk sistem propulsi, melalui konsultasi erat dengan AS.
Sumber: Kyodo
Baca juga: Buku Putih Unifikasi Korsel utamakan koeksistensi dengan Korut
Baca juga: Korsel desak aksi global segera atasi program nuklir Korut
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































