Purbaya sebut insentif penulis jadi modal pertumbuhan jangka panjang

2 hours ago 4
(Dampak ke pertumbuhan ekonomi) Nggak jangka pendek, (tapi) jangka panjang. Mungkin setelah bukunya keluar setahun-dua tahun, yang baca jadi pintar. Yang kedua, kan lebih mencerdaskan kehidupan bangsa,

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kebijakan insentif penulis bersifat sebagai modal pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Purbaya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa, menjelaskan penulis di Indonesia saat ini terbilang sedikit, terutama penulis bidang ilmiah.

Dengan adanya insentif, diharapkan mendorong masyarakat untuk lebih aktif menulis dan menerbitkan buku, yang akhirnya membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia ke depannya.

“(Dampak ke pertumbuhan ekonomi) Nggak jangka pendek, (tapi) jangka panjang. Mungkin setelah bukunya keluar setahun-dua tahun, yang baca jadi pintar. Yang kedua, kan lebih mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Purbaya.

Baca juga: Purbaya pastikan pembentukan PT DSI tak ubah peran Bea Cukai

Menkeu menambahkan potongan pajak penulis ini bisa membuat bahan bacaan di Indonesia lebih bervariasi, baik buku fiksi maupun non fiksi.

Dengan begitu, masyarakat bisa memiliki referensi informasi yang kredibel, alih-alih menyerap informasi dari media sosial yang belum terverifikasi.

“Pokoknya supaya penulis Indonesia lebih aktif menulis, karena bayar pajaknya lebih rendah,” tutur Purbaya.

Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi yang mencakup insentif Pajak Penghasilan (PPh) final sebesar 1,5 persen untuk profesi penulis.

Baca juga: Pemerintah tunda pemberian insentif pajak EV satu bulan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut insentif itu merupakan bentuk implementasi dari janji kampanye Presiden Prabowo Subianto.

Di sisi lain, pemerintah juga mengguyur berbagai stimulus di sektor transportasi, termasuk diskon tiket transportasi dan udara pada periode liburan sekolah serta Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kemudian, pemerintah juga melanjutkan program magang nasional. Airlangga mengatakan, program magang nasional batch IV yang akan dimulai pada Juli 2026 dengan target 150 ribu peserta dan anggaran sebesar Rp4,14 triliun.

Selain itu, ada juga program vokasi nasional yang menyasar 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja terdampak PHK. Program tersebut didukung anggaran sebesar Rp2,12 triliun.

Baca juga: Kemenkeu pastikan masih intervensi pasar obligasi guna jaga rupiah

“Ini semuanya diharapkan bisa menjadi stimulus di kuartal II,” ujar Airlangga.

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |