Upaya Tim Alfa TNI tangani hotspot di Taman Nasional Way Kambas

4 hours ago 8

Bandarlampung (ANTARA) - Dengungan pesawat angkut terdengar dari atas Taman Nasional Way Kambas (TNWK), 25 Agustus 2026. Di bawahnya terbentang savana kuning dan hamparan alang-alang yang mengering.

Dari pintu pesawat, satu per satu personel TNI melompat. Parasut mengembang, lalu turun perlahan menembus asap tipis yang mengepul dari kejauhan.

Mereka adalah 40 anggota Tim Alfa, tim khusus lintas udara yang dibentuk atas perintah Presiden dan Panglima TNI. Kali ini misi mereka bukan operasi tempur. Sasaran yang dituju adalah titik-titik panas yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran besar.

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi menjelaskan, TNWK dipilih sebagai lokasi operasi karena sebagian besar wilayahnya sulit dijangkau. Jalan darat terputus oleh rawa dan semak, sementara akses melalui sungai juga tidak tersedia. Dalam kondisi seperti itu, kecepatan menjadi penentu. Satu-satunya cara untuk menjangkau titik api lebih awal adalah melalui jalur udara.

Operasi tidak dimulai dengan penerjunan. Beberapa jam sebelumnya, drone thermal telah diterbangkan lebih dulu. Pesawat tanpa awak itu dilengkapi kamera inframerah yang mampu membaca perbedaan suhu di permukaan tanah.

Baca juga: Menjaga langit tetap biru dalam kepungan kebakaran hutan dan lahan

Dari layar operator, titik-titik panas yang tidak terlihat mata telanjang muncul dalam warna oranye dan merah. Setiap anomali suhu dicatat sebagai potensi hotspot. Data koordinat kemudian diolah dan diserahkan kepada tim penerbang. Pilot menggunakan data tersebut untuk menentukan titik penerjunan dan arah gerak Tim Alfa.

Urutannya sederhana. Drone memantau dari udara, sementara Tim Alfa turun ke lapangan berdasarkan titik yang ditemukan.

Begitu menyentuh tanah, para personel langsung membuka peralatan pemadam yang dibawa. Mereka bergerak menyebar ke beberapa titik sesuai arahan koordinat.

Tugas utama mereka mencari sumber panas, memadamkan bara kecil, dan memastikan api tidak kembali menyala. Di medan savana dan alang-alang, bara dapat bertahan di bawah tanah selama berhari-hari sebelum muncul kembali. Karena itu, penyisiran dilakukan dengan teliti, meter demi meter.

Tim Alfa membawa peralatan ringan seperti pompa punggung, alat pukul pemadam, dan perangkat komunikasi. Peralatan itu dipilih agar mudah dibawa saat terjun dan tetap bisa digunakan di medan berat.

Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |