Jakarta (ANTARA) - FIBA dan NBA merayakan 25 tahun program Basketball Without Borders (BWB) dengan merilis laporan yang menyoroti peran dalam pengembangan talenta muda, pembinaan komunitas, dan membuka jalur ke level elite basket global untuk generasi mendatang.
Laman FIBA, Kamis, menyebut BWB awalnya hanya berupa satu kamp di Eropa saat diluncurkan pada 2001.
Program kerja sama FIBA dan NBA itu kemudian berkembang menjadi platform yang mempertemukan pemain muda potensial dengan pemain, pelatih, dan pengalaman berstandar internasional.
Sekretaris Jenderal FIBA Andreas Zagklis mengatakan peringatan 25 tahun BWB menjadi momentum penting bagi perkembangan bola basket dunia dan kolaborasi internasional.
Baca juga: Timnas siap tempur dalam Pra-Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029
Komisioner NBA Adam Silver menilai BWB berperan penting dalam mengidentifikasi dan mengembangkan generasi pemain NBA dan WNBA dari berbagai negara. Program itu juga memperkuat standar teknis melalui pelatihan pelatih dan wasit.
Berdasarkan data FIBA yang dihitung hingga akhir 2025, BWB telah menggelar 84 kamp di 36 negara dengan melibatkan 4.939 peserta dari 152 federasi nasional. Sebanyak 2.651 peserta memperkuat tim nasional kelompok umur, sedangkan 1.490 lainnya tampil bersama tim nasional senior.
Dari seluruh peserta, 112 pemain bermain di NBA dan 13 lainnya menembus WNBA. Program tersebut juga telah memberikan pelatihan kepada 10.000 pelatih dan 500 wasit, serta 100 kegiatan sosial.
FIBA menyebut BWB turut membantu federasi-federasi nasional dalam mengidentifikasi talenta sejak dini, meningkatkan kesiapan pemain untuk kompetisi U16 hingga U19, dan membuka jalur ke tim nasional senior.
Baca juga: 12 pemain Indonesia hadapi pada pra-kualifikasi FIBA Asia Cup 2029
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































