Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) melalui Direktorat Periklanan Deputi Bidang Kreativitas Media menggelar pelatihan periklanan secara intensif “AdCamp: Skill Up Lab” di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, untuk memperkuat kapasitas pelaku ekonomi kreatif sekaligus membuka peluang pengembangan pasar produk lokal.
Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi mengatakan penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong pelaku ekonomi kreatif agar mampu mengembangkan usaha dan kreativitasnya secara berkelanjutan.
“Pemulihan sejati tidak cukup hanya membangun kembali jalan dan gedung, tetapi juga membangun harapan, kepercayaan diri, dan kemampuan masyarakat untuk berdiri dan berkarya lagi melalui kreativitas. Karena itu, kami ingin memastikan pelaku ekraf memiliki keterampilan dan akses yang dibutuhkan untuk kembali tumbuh dan berdaya,” ujar Cecep dalam keterangan diterima di Jakarta, Kamis.
Program “AdCamp: Skill Up Lab” terlaksana melalui kolaborasi Kemenekraf/Bekraf dengan Pemerintah Kabupaten Solok serta tiga asosiasi periklanan, yakni Indonesian Digital Association (IDA), Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) dan Ikatan Rumah Produksi Iklan Indonesia (IRPII).
Pelatihan ini sebagai bagian dari program Ekraf Peduli “Pulih Bersama, Bangkit Berdaya”, dilakukan secara intensif selama dua hari dan diikuti 50 peserta terpilih yang berasal dari Kabupaten dan Kota Solok. Dari 50 peserta, sebanyak 32 orang merupakan pegiat ekonomi kreatif di sektor kuliner dan fesyen, sedangkan 18 peserta lainnya merupakan mahasiswa dan talenta muda berbakat di bidang periklanan.
Baca juga: Bukittinggi-Kemenekraf percepat rekonstruksi ekonomi pascabencana
Baca juga: Kemenekraf dorong talenta teknologi baru hasilkan produk berdaya saing
Direktur Periklanan Kemenekraf, Andy Ruswar menjelaskan bahwa para peserta mendapatkan pembekalan melalui workshop yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan dalam membangun merek, membuat konten kreatif, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi.
Sejumlah materi diberikan mulai dari brand storytelling, pemanfaatan platform digital, etika pariwara, hingga praktik langsung produksi foto dan video iklan. Peserta juga diajak memahami bagaimana sebuah produk lokal dapat dikemas melalui cerita dan komunikasi visual yang menarik sehingga memiliki daya saing serta mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.
“Yang paling penting dari pelatihan ini adalah bagaimana para peserta dapat menyerap ilmu yang diberikan bisa langsung dipraktikkan. Kami ingin para peserta pulang membawa kemampuan baru, karya baru, dan yang paling penting saling berkolaborasi untuk membuka peluang mengembangkan produk maupun karier mereka pascabencana ini,” tutur Andy.
Selain pelatihan, karya terbaik peserta juga berpeluang mendapatkan fasilitasi lanjutan berupa pembuatan dan placement iklan secara gratis melalui kolaborasi dengan NativeAd dan program terkait.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu produk-produk lokal Solok mendapatkan eksposur lebih luas sekaligus membuka peluang pasar baru bagi pelaku ekonomi kreatif.
Melalui pelatihan ini, Kemenekraf/Bekraf mendorong lahirnya pelaku ekonomi kreatif dan talenta muda yang tidak hanya kreatif dalam menghasilkan karya, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengemas, memasarkan, dan memperluas jangkauan produk melalui strategi periklanan yang tepat.
Baca juga: Kemenekraf perkuat kolaborasi dengan BI dorong pelaku ekraf naik kelas
Baca juga: Wamenaker: Pelatihan vokasi perkuat kemandirian ekonomi korban bencana
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































