Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyoroti salah satu momen hangat pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, yaitu saat tuan rumah mengapresiasi ucapan Paskah dari Presiden Prabowo.
Dalam pertemuan di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4), Presiden Prabowo mengucapkan selamat Hari Paskah kepada Presiden Putin serta rakyat Rusia yang merayakan Hari Paskah.
"Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan perayaan keagamaan di Rusia," kata Teddy dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Seskab melanjutkan setelah Presiden Prabowo menyampaikan ucapan itu, Presiden Putin menyatakan apresiasi mendalamnya atas ucapan yang diberikan Presiden Prabowo.
Presiden Putin mengatakan ucapan tersebut memiliki makna yang khusus, mengingat Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.
"Presiden Putin menyambut baik dan sangat apresiasi kepada Presiden Prabowo dan sangat senang mendengar ucapan selamat Hari Suci Paskah karena terucap dari kepala negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia," kata Teddy.
Presiden Putin kemudian menjelaskan Rusia juga menjunjung tinggi keberagaman dan toleransi antarumat beragama.
Baca juga: Prabowo ucapkan selamat Paskah dan Hari Kosmonautika ke rakyat Rusia
Baca juga: Prabowo akan awasi langsung kerja sama RI-Rusia di bidang moneter
Berbekal semangat toleransi itu, berbagai perayaan keagamaan dihormati dan dirayakan bersama sebagai bagian dari kehidupan berbangsa.
"Beliau menyampaikan bahwa negara Rusia adalah negara multikonvensional, yang menganut agama-agama, tetapi tetap merayakan semua hari raya agama," kata Teddy.
Di Istana Kremlin, Moskow, Teddy mengatakan pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Putin itu mencerminkan nilai-nilai saling menghormati dan toleransi yang menjadi fondasi penting dalam hubungan antarnegara.
Momen tersebut juga menjadi simbol kuat persahabatan Indonesia dan Rusia, sekaligus menunjukkan perbedaan latar belakang agama tidak menjadi penghalang, melainkan jembatan untuk mempererat hubungan dan saling pengertian antarbangsa.
Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Putin di Kremlin berlangsung selama lima jam. Pertemuan itu diawali dengan pertemuan bilateral selama dua jam, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan empat mata antara kedua pemimpin selama tiga jam.
Dalam pertemuan bilateral, Presiden Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Seskab Teddy.
Baca juga: Seskab ungkap hasil pertemuan lima jam Prabowo dan Putin di Moskow
Baca juga: Prabowo: Pembicaraan RI-Rusia sangat produktif dan kemajuannya pesat
Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































