Banda Aceh (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan program pelayanan keluarga berencana serentak dengan target sebanyak 1.369 akseptor di Kabupaten Aceh Besar.
Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Safrina Salim di Banda Aceh, Jumat, mengatakan program pelayanan keluarga serentak tersebut bertujuan untuk menekan laju penduduk dan meningkatkan kualitas keluarga.
Baca juga: BKKBN hadirkan pelayanan KB bagi warga terdampak bencana di Pidie Jaya
"Program pelayanan keluarga berencana serentak ini menyasar 15.572 akseptor di seluruh Provinsi Aceh, dengan target khusus 1.369 akseptor di Kabupaten Aceh Besar," katanya.
Ia menyebutkan program pelayanan keluarga serentak tersebut berlangsung sejak 29 April hingga 22 Mei 2026. Program tersebut menjadi bagian dari Bulan Bakti Ikatan Bidan Indonesia (IBI).
"Bulan Bakti IBI ini dengan fokus meningkatkan kesertaan keluarga berencana, terutama metode kontrasepsi jangka panjang, menurunkan angka unmet need (kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi), serta menjaring akseptor baru," katanya.
Safrina Salim mengapresiasi peran bidan sebagai garda terdepan pelayanan KB serta kesehatan reproduksi masyarakat, terutama wanita menikah yang produktif.
"Para bidan adalah ujung tombak dalam pelayanan keluarga berencana kepada masyarakat, khususnya untuk menekan laju pertumbuhan penduduk," kata Safrina Salim.
Baca juga: Wihaji minta jajaran data kebutuhan mobil KB di daerah pascabencana
Baca juga: Bupati Aceh Barat raih penghargaan akseptor KB terbaik di Aceh
Ia mengajak lintas sektor mendukung dan menyukseskan program pelayanan keluarga berencana serentak tersebut. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan memperkuat akses layanan keluarga berencana hingga ke tingkat desa.
"Perwakilan BKKBN Aceh terus berupaya memperluas akses layanan keluarga berencana kepada masyarakat dengan tujuan menekan laju pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kualitas keluarga," kata Safrina Salim.
Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































