Massa aksi di DPR bubarkan aksi dengan damai meski sempat nyalakan flare

1 hour ago 3

Jakarta (ANTARA) - Pembakaran flare dan atribut aksi mengakhiri unjuk rasa peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di depan gedung MPR/DPR RI, Jumat sore, yang berakhir damai tanpa bentrok atau keributan.

Pantauan ANTARA di lokasi, massa aksi menyalakan flare sekira pukul 17.30 WIB. Asap pembakaran itu pun mengepul hingga ke jalur tol yang hanya dibatasi pagar tembok dengan titik berkumpulnya massa aksi.

Setelah itu, pada pukul 17.40 WIB, massa membakar sejumlah atribut aksi seperti spanduk, kayu, boneka di atas gerobak beroda.

Aksi bakar-bakar itu pun menjadi ujung unjuk rasa di depan gedung MPR/DPR. Aksi buruh pada Jumat, berakhir damai tanpa bentrok atau keributan.

Sedikit demi sedikit massa aksi mulai beranjak meninggalkan lokasi secara mandiri. Masing-masing koordinator serikat atau aliansi juga terlihat mengatur kepulangan kelompoknya menggunakan pengeras suara.

Pada pukul 17.57 WIB, petugas polisi terlihat memadamkan api pembakaran atribut menggunakan APAR, lalu membersihkan puing-puingnya. Sejumlah PPSU juga mulai menyapu jalanan yang cukup penuh oleh sampah massa aksi.

Sejumlah petugas kepolisian juga nampak bersiaga di lokasi usai aksi selesai digelar.

Sementara itu, sejumlah pengendara roda dua dari arah selatan masih tertahan pada blokade polisi di bawah flyover Senayan.

Kondisi jalan pun berangsur normal setelah dibersihkan petugas. Blokade kemudian dibuka sehingga lalu lintas kembali lancar.

Baca juga: Massa aksi "sulap" jalan di depan DPR menjadi lapangan bola dadakan

Baca juga: Polisi lakukan mitigasi cegah penyusup saat aksi buruh di Jakarta

Baca juga: Aksi buruh di depan DPR/MPR serukan lima tuntutan

Pembakaran flare dan atribut aksi mengakhiri unjuk rasa peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di depan gedung MPR/DPR RI, Jumat (1/5/2026) sore. (ANTARA/Risky Syukur)

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |