Bandung (ANTARA) - Legislator Komisi V DPRD Jawa Barat Humairah Zahrotun Noor menekankan pentingnya penguatan sistem informasi kepada pihak yang berpotensi terdampak fenomena El Nino, terutama di Kabupaten Bandung.
Ia menjelaskan bahwa fenomena ini perlu direspons melalui penyampaian informasi cuaca yang cepat, akurat, dan mudah diakses masyarakat agar dapat lebih siap mengantisipasi.
Baca juga: Mitigasi dampak El Nino terhadap industri properti
“Untuk El Nino, yang terpenting adalah informasi dapat disampaikan lebih cepat kepada masyarakat agar pihak yang terdampak lebih siap dalam mengantisipasi dampaknya,” katanya dalam keterangan yang diterima di Bandung, Jumat.
Ia menilai dampak El Nino tidak selalu seragam di setiap wilayah, sehingga pembaruan informasi secara berkala menjadi sangat penting agar masyarakat dapat menyesuaikan langkah antisipasi.
Ia mendorong pemanfaatan teknologi digital perlu diperkuat untuk mendukung sistem peringatan dini, termasuk melalui notifikasi langsung ke perangkat telepon genggam masyarakat.
“Kalau ada potensi dinamika cuaca, informasi bisa langsung dikirim ke handphone masyarakat. Dengan akses teknologi yang semakin luas, penyampaian informasi dapat menjadi lebih efektif,” katanya.
Humairah menilai penguatan informasi cuaca harus berjalan beriringan dengan langkah teknis pemerintah daerah agar mitigasi El Nino dapat dilakukan secara lebih terukur.
Menurut dia, kolaborasi antara lembaga meteorologi, pemerintah daerah, dan masyarakat akan menjadi kunci agar kesiapsiagaan menghadapi perubahan pola cuaca dapat berjalan optimal.
Baca juga: Wamentan : Percepatan masa tanam antisipasi gagal panen akibat El Nino
Baca juga: Menakar potensi dampak El Nino "Godzilla" di Tanah Minang
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bandung memperkuat langkah mitigasi kekeringan sebagai antisipasi terhadap dampak El Nino 2026.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menyebutkan bahwa wilayah rawan kekeringan telah dipetakan untuk mempermudah intervensi saat musim kemarau.
“Kami sudah mengidentifikasi wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Dengan data tersebut, distribusi bantuan air bersih dan langkah penanganan lainnya dapat dilakukan lebih cepat,” ujarnya.
Ia menambahkan pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kesiapan sektor pertanian dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































