Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi, Tokopedia, bersama Shop Tokopedia mendukung kemajuan UMKM dan petani kopi dengan memperkenalkan kopi excelsa, terutama yang berasal dari daerah Sumedang, Jawa Barat melalui sebuah program bertajuk "#satudalamkopi".
"Melalui #SatuDalamKopi, kami ingin semakin banyak pelaku usaha dan petani kopi, termasuk yang berada di Sukawangi, Sumedang, Jawa Barat, bisa merasakan manfaat dari ekonomi digital," kata Director of Tokopedia and TikTok E-commerce Vonny Susamto dalam temu media di Jakarta, Jumat.
Vonny menjelaskan secara umum ada empat jenis kopi yang saat ini cenderung lebih populer, yakni arabika, robusta, liberika dan excelsa.
Terkait dengan kopi excelsa, eksistensinya mulai terangkat semenjak Brewer bernama Ryan Wibawa meraih juara ke-3 dalam kompetisi World Brewers Cup 2024 di Chicago, Amerika Serikat.
Baca juga: UMKM buka peluang pasar nasional lewat fitur "Dilayani Tokopedia"
Dalam kesempatan itu Ryan menciptakan blend kopi menggunakan biji kopi excelsa asal Sumedang yang dicampur dengan kopi Panama dan Columbia. Keberhasilannya meyakinkan kompetitor di sana bahwa excelsa memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar global.
"Maka dari itu, melalui kolaborasi dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, kami berharap dukungan bagi para petani kopi, berupa pemberian mesin pengolahan biji kopi excelsa, bisa meningkatkan daya saing kopi excelsa, baik di pasar lokal maupun nasional," katanya.
Ia melanjutkan inisiatif #satudalamkopi juga sudah dilakukan di Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan pada tahun 2024 lalu dengan menggandeng mitra strategis dan Pemerintah Kabupaten Lahat.
"Tokopedia dan ShopTokopedia telah membantu meningkatkan daya saing bagi lebih dari 1.000 petani lokal kopi Lahat. Dengan fokus pada pengembangan potensi biji excelsa, kami berharap bisa melanjutkan program #satudalamkopi ke lebih banyak daerah di Indonesia," ucap Vonny.
Baca juga: Fenomena pegawai kota besar banting setir jadi petani di desa
Baca juga: Tokopedia dukung pengusaha kopi nasional jangkau pasar lebih luas
Brewer Ryan Wibawa mengatakan kopi excelsa memiliki karakter berbeda dengan dominasi sweetness dibandingkan arabika dan robusta. Dengan proses blending yang tepat, kopi excelsa yang memiliki karakter cukup kontras dengan arabika dan robusta, dapat menyatu dengan komponen lainnya dan menghadirkan rasa yang khas.
"Namun, masih banyak masyarakat yang belum mengenal kopi excelsa dan hal ini menjadi tantangan untuk memperkenalkan jenis kopi ini kepada para penikmat kopi," ujar dia.
Petani Kopi dan Ahli Excelsa Coffee Processor Rainaldi menambahkan bahwa kopi excelsa, yang merupakan salah satu varian dari kopi liberika, memiliki potensi yang bisa digali lebih jauh.
Baca juga: Initial Coffee Roaster hidupkan ribuan petani kopi lokal
Excelsa yang berasal dari Sumedang, ditemukan telah berumur ratusan tahun, sehingga secara agronomi kopi itu berpotensi akan berhasil bertahan karena tahan terhadap serangan hama dan penyakit kopi.
Selain itu, kopi excelsa memiliki umur produktif yang jauh lebih panjang dibandingkan Arabika dan Robusta, dengan produktivitas yang semakin tinggi serta linear dengan umur tanamannya.
"Kopi excelsa kaitannya dengan isu perubahan iklim, bisa menjadi opsi usaha reboisasi di daerah dan lahan hutan yang terdampak deforestasi, sebab kopi excelsa ini memiliki karakter pertumbuhan arboreal,” kata Rainaldi.
Baca juga: Tokopedia gelar kampanye Coffee Fest dukung industri kopi di Indonesia
Baca juga: UMKM buka peluang pasar nasional lewat fitur "Dilayani Tokopedia"
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2025