Akademisi China kaji pemberitaan kerja sama RI-China oleh ANTARA

4 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah mahasiswa dan akademisi Guangdong University of Foreign Studies (GDUFS), China, menjadikan Perum LKBN ANTARA sebagai salah satu subjek penelitian mereka terkait persepsi dan pemberitaan kerja sama Indonesia-China.

Menurut Associate Professor Sekolah Jurnalistik dan Komunikasi GDUFS Liu Pei saat bersama mahasiswa bimbingannya mengunjungi ANTARA Heritage Center (AHC) di Jakarta, Jumat, pihaknya memutuskan memilih ANTARA karena merupakan kantor berita nasional RI.

“Kami bermaksud meneliti bagaimana kerja sama (bilateral) dapat dilanjutkan, termasuk kerja sama dengan media dalam memberitakan hal tersebut, serta bagaimana menemukan titik persamaan antara kedua bangsa kita demi membangun hubungan kerja sama yang lebih baik,” kata Liu.

Akademisi tersebut mengatakan, penelitian pihaknya kepada ANTARA akan berfokus pada persepsi dan pemberitaan proyek-proyek kerja sama Indonesia-China berskala besar, seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Menurutnya, proyek kereta cepat di Indonesia serta proyek serupa di Vietnam dan Malaysia yang perencanaannya melibatkan kerja sama dengan China pasti mendapat respons beragam oleh berbagai pihak, termasuk media yang memberitakannya dengan berbagai sudut pandang, baik positif ataupun negatif.

“Karena itu, kami ingin melihat bagaimana citra kereta cepat China di mata dunia, termasuk Indonesia, kemudian bagaimana bentuk-bentuk kerja sama yang terjalin dengan media, serta bagaimana media asing memandang hal tersebut,” ucap akademisi GDUFS itu.

Liu juga memandang kantor berita nasional seperti ANTARA memiliki pengaruh besar dalam pemberitaan dalam negeri dan menjaga stabilitas negara, serta berperan penting untuk memberitakan informasi-informasi baik yang sesuai dengan kepentingan nasional kepada dunia.

Dalam kunjungannya ke AHC, Liu dan mahasiswanya sempat berdiskusi bersama Direktur Pemberitaan Perum LKBN ANTARA Irfan Junaidi dan perwakilan redaksi ANTARA.

Pada kesempatan tersebut, kedua pihak membahas persepsi kerja sama RI-China di mata masyarakat awam dan media Indonesia serta pemberitaan terkait KCJB di berbagai platform ANTARA.

Selain dengan ANTARA, delegasi akademisi GDUFS juga bertemu dengan perwakilan Universitas Indonesia, stasiun televisi swasta, dan lembaga riset nasional untuk penelitian yang mereka lakukan.

Baca juga: Kerja sama ANTARA-Xinhua berperan strategis kuatkan hubungan RI-China

Baca juga: Dubes: Kerja sama RI-China semakin kuat di era Presiden Prabowo

Baca juga: Implementasi kerja sama Indonesia-China butuh kesamaan pemahaman

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |