Jakarta (ANTARA) - PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan proses produksi dan distribusi tetap berjalan selama bulan Ramadhan 1446 H sehingga dapat memenuhi kebutuhan petani dan mendukung program swasembada pangan pemerintah.
Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Tri Wahyudi Saleh di Jakarta, Jumat, mengatakan hal ini menjadi perhatian serius mengingat petani di sejumlah wilayah membutuhkan pupuk untuk menghadapi musim tanam pada bulan April 2025.
"Sebagai BUMN yang diberikan mandat oleh pemerintah untuk memproduksi dan mendistribusikan pupuk subsidi, kami berkomitmen terus memberikan pelayanan terbaik kepada petani, terlebih petani mulai memasuki musim tanam kembali,” kata Tri Wahyudi.
Untuk mendukung proses distribusi, Pupuk Indonesia saat ini memanfaatkan 516 gudang dengan total kapasitas 2,89 juta ton.
Sementara infrastruktur distribusi didukung 1.067 distributor dengan 25.903 jaringan kios atau pengecer, 107 penyedia jasa kapal dengan 179 trayek pelayaran, 274 penyedia jasa truk dengan 1.288 rute, ditambah dengan empat rute pendistribusian via kereta api.
Tri Wahyudi memastikan rantai pasok Pupuk Indonesia tersebut terus beroperasi selama Ramadhan, bahkan menjelang atau setelah Idul Fitri.
Lebih lanjut, ia mengatakan para petani terdaftar yang telah memiliki alokasi pupuk bersubsidi bisa langsung melakukan penebusan ke kios pupuk lengkap (KPL) atau pengecer dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan uang tunai sesuai dengan jumlah pupuk yang ditebus.
Para petani bisa melakukan penebusan menggunakan aplikasi iPubers yang telah diunduh oleh pemilik kios atau pengecer.
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, penebusan pupuk bersubsidi bisa diwakilkan bagi petani terdaftar yang mengalami beberapa kendala seperti hilang atau perbedaan data KTP, petani meninggal dunia, serta tidak bisa menebus karena faktor kesehatan.
“Kemudahan menebus pupuk bersubsidi dengan membawa KTP bagi petani terdaftar ini sudah bisa dilakukan di sekitar 25.903 kios atau pengecer yang sudah mengimplementasikan aplikasi iPubers, dengan begitu petani terdaftar dengan mudah melakukan penebusan pupuk bersubsidi guna memenuhi kebutuhan pupuk,” katanya.
Berdasarkan data perusahaan, Pupuk Indonesia telah berhasil menyalurkan pupuk bersubsidi sebanyak 1.181.590 ton hingga 27 Februari 2025.
Adapun jika dilihat secara rinci, Pupuk Indonesia telah menyalurkan pupuk bersubsidi jenis urea sebesar 568.869 ton, pupuk NPK sebesar 564.325 ton, pupuk NPK Formula Khusus sebesar 8.222 ton, dan pupuk organik sebesar 40.175 ton kepada petani terdaftar.
Guna memenuhi kebutuhan petani terdaftar selama bulan Ramadan, Pupuk Indonesia berkomitmen menjaga ketersediaan pupuk dengan menyiapkan stok pupuk sebesar 1.598.598 ton. Terbagi pupuk bersubsidi sebanyak 1.167.315 ton dan pupuk nonsubsidi 431.283 ton.
Ketersediaan stok pupuk bersubsidi ini mencapai 314 persen dibandingkan dengan ketentuan stok minimum yang ditetapkan pemerintah.
“Kami selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada petani nasional, karena kami ingin melibatkan seluruh pihak untuk mencapai swasembada pangan seperti yang dicita-citakan pemerintah,” ujarnya.
Baca juga: Digitalisasi dukung kepastian petani dapat pupuk bersubsidi
Baca juga: Pupuk Indonesia dorong peningkatkan produktivitas pertanian Sabang
Baca juga: Pupuk Indonesia tingkatkan produktivitas dengan adopsi teknologi
Baca juga: Pupuk Indonesia sebut alokasi pupuk untuk Banyumas cukupi kebutuhan
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2025