TAM ESDM: Koordinasi lintas kementerian jaga subsidi energi

2 weeks ago 6
tantangan besar muncul dari tingginya konsumsi domestik akibat bonus demografi

Jakarta (ANTARA) - Tenaga Ahli Menteri (TAM) ESDM Satya Hangga Yudha Widya Putra Hangga mengatakan koordinasi lintas kementerian terus berjalan intensif guna menjaga ketersediaan subsidi energi di tengah eskalasi geopolitik di Timur Tengah.

"Koordinasi lintas kementerian terus berjalan intensif guna menjaga stabilitas stok dan mengamankan penyaluran subsidi energi bagi masyarakat tetap aman hingga akhir tahun," ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Menurut Hangga, saat menjadi narasumber dalam acara "Temu Nasional Alumni Penerima Beasiswa" di Jakarta, Jumat (5/6/2026), dinamika sektor energi nasional sangat dinamis dan dipengaruhi eskalasi geopolitik di Timur Tengah serta jalur logistik kritis di Selat Hormuz.

Untuk memitigasi dampak guncangan harga global akibat tingginya impor bahan bakar minyak (BBM), minyak mentah, dan LPG, Kementerian ESDM fokus mengawal Astacita nomor 2 dan 5.

Lebih lanjut, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Komersialisasi dan Transportasi Minyak dan Gas Bumi itu menjelaskan bahwa Indonesia memiliki posisi tawar yang kuat karena mengalami surplus pada komoditas gas pipa, LNG, CNG, nikel, tembaga, emas, serta mengontrol 43 persen ekspor batu bara dunia.

"Namun, tantangan besar muncul dari tingginya konsumsi domestik akibat bonus demografi," sebut Hangga.

Baca juga: ESDM tegaskan harga BBM subsidi tak naik walau kurs rupiah Rp17.877

Baca juga: Menko Airlangga: Pemerintah siapkan skenario jaga stabilitas energi

Ia menjelaskan, guna menekan ketergantungan minyak bumi, Kementerian ESDM aktif mengejar sejumlah target seperti pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 100 GW, menjalankan program listrik desa (lisdes) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta bersiap menerapkan bauran bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) seiring meningkatnya kapasitas Kilang RDMP Balikpapan yang mampu menghentikan impor solar.

Hangga juga menekankan pentingnya sinergi lintas generasi serta kolaborasi multisektor guna mewujudkan visi besar pemerintah yang tertuang dalam Asta Cita, khususnya terkait ketahanan pangan, swasembada energi, dan optimalisasi sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia mandiri.

Hadir dalam forum yang mempertemukan para akademisi, pejabat negara, dan alumni penerima beasiswa tersebut Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat, Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar Nabilla Karbala, Kepala BKHM Kemendikdasmen Yudhistira Nugraha, Koordinator Beasiswa Garuda Kemendiktisaintek Ratna Prabandari, serta Rektor Universitas Insan Cita Indonesia Asep Saefudin.

Baca juga: Harga minyak mentah Indonesia turun ke 106,56 dolar AS per barel

Baca juga: Konsumen perkirakan inflasi tetap tinggi usai lonjakan harga minyak

Baca juga: BPS Jatim: Minyak goreng hingga bawang picu inflasi Mei 1,43 persen

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |