Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban gempa besar bermagnitudo 7,1 di Venezuela pada Rabu sore waktu setempat, dengan KBRI Caracas terus memantau perkembangan kondisi para WNI.
“KBRI Caracas telah memastikan bahwa seluruh WNI yang terdata berada di Venezuela, yakni sebanyak 3 orang, ada dalam kondisi aman, selamat, dan sehat,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah merespons pertanyaan ANTARA di Jakarta, Kamis.
Di samping itu, Heni memastikan seluruh staf di KBRI Caracas juga selamat dan dalam keadaan aman. “Gedung kantor KBRI Caracas beserta Wisma Duta juga tidak mengalami kerusakan struktural yang berarti,” kata dia.
Heni menyampaikan bahwa gempa bermagnitudo 7,1 tersebut terjadi pukul 15:04 waktu setempat (Kamis pukul 02:04 WIB), dengan episentrum terletak sekitar 28 kilometer sebelah barat wilayah Moron di pesisir Venezuela dan berkedalaman sekitar 10—13 kilometer.
Menyusul gempa besar yang terjadi, KBRI Caracas terus melakukan koordinasi dan komunikasi cepat dengan pihak-pihak terkait.
Jalur komunikasi darurat telah dibuka untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan pemutakhiran kondisi WNI secara berkala.
KBRI Caracas juga terus memantau pernyataan resmi pemerintah Venezuela terkait potensi gempa susulan dan ancaman tsunami di pesisir, kata dia.
Pemerintah Indonesia mengimbau para WNI yang berada di Venezuela untuk senantiasa waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan segera menghubungi KBRI Caracas apabila membutuhkan bantuan.
Dalam keadaan darurat, para WNI dapat menghubungi hotline KBRI Caracas dengan nomor telepon +58-4120217253 atau +58-4122340100, atau hotline Direktorat PWNI Kemlu RI dengan nomor +62812-9007-0027, ucap Heni.
“Pemerintah Indonesia turut menyampaikan duka yang mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Venezuela atas musibah ini, serta berharap proses pemulihan dapat berjalan dengan cepat,” demikian Direktur PWNI Kemlu.
Gempa besar bermagnitudo 7,1 mengguncang pesisir Venezuela pada Rabu sore waktu setempat, sehingga memicu peringatan tsunami dan imbauan siaga di kawasan.
Guncangan gempa dilaporkan terasa sangat kuat di Caracas, ibu kota Venezuela, di mana masyarakat berlarian keluar dari gedung-gedung tinggi untuk menyelamatkan diri.
Peringatan tsunami dikeluarkan Pusat Peringatan Tsunami Pasifik untuk wilayah pesisir Venezuela serta pulau-pulau Aruba, Bonaire, dan Curacao yang merupakan wilayah Belanda. Peringatan tsunami juga diaktifkan untuk wilayah AS Puerto Rico dan Kepulauan Virgin.
Baca juga: USGS perkirakan banyak korban dan kerusakan di Venezuela akibat gempa
Baca juga: BMKG: Gempa M6,8 di Jepang tak berpotensi tsunami di Indonesia
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































