Istanbul (ANTARA) - Tentara Israel sedang bersiap memulai fase percontohan penarikan pasukannya dari Lebanon selatan yang paling cepat dilakukan pada Minggu, menurut perjanjian kerangka kerja yang baru saja ditandatangani Lebanon dan Israel.
Menurut laporan media Israel KAN, Sabtu (27/6), tentara Israel akan mulai menarik pasukannya dari dua area percontohan di wilayah Nabatieh di Lebanon selatan pada Minggu pagi waktu setempat.
Penarikan pasukan tersebut akan dilakukan dengan koordinasi penuh bersama tentara Lebanon lewat saluran komunikasi langsung yang dibentuk di bawah dukungan Amerika Serikat guna memastikan pasukan Lebanon segera dikerahkan, setelah pasukan Israel meninggalkan wilayah tersebut, di tengah kekhawatiran atas kemungkinan kehadiran pejuang kelompok Hizbullah.
Namun demikian, seorang pejabat keamanan Israel, seperti dikutip stasiun televisi tersebut, mengatakan militer Israel tetap berhak menyerang unsur mana pun yang dianggap sebagai ancaman bagi pasukannya, bahkan setelah perjanjian tersebut ditandatangani.
Pejabat tersebut menambahkan bahwa tentara Israel terus mengurangi pasukannya di Lebanon selatan sambil tetap siaga menjelang fase penarikan tambahan yang tergantung pada hasil tahap uji coba.
Baca juga: Kesepakatan Lebanon-Israel dimulai dengan penarikan pasukan Israel
Sementara itu, Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper diperkirakan akan bertolak ke wilayah Israel utara untuk mengawasi dimulainya penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Cooper memulai kunjungannya ke Israel pada Jumat (26/6), menurut media Israel, tetapi tidak menyebutkan berapa lama dia akan berada di Israel.
Jumat (26/6), Lebanon dan Israel menandatangani perjanjian kerangka kerja dengan mediasi AS yang mengatur penarikan pasukan Israel secara bertahap dari wilayah Lebanon dan dimulai dari dua wilayah percontohan.
Sumber: Anadolu
Baca juga: AS, Israel, Lebanon teken kerangka kerja kesepakatan akhiri konflik
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































