Layanan pembiayaan bantu Hino tekan penurunan penjualan sasis bus

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - PT Hino Motors Sales Indonesia selama tahun 2025 dapat menekan penurunan penjualan sasis busnya dengan dukungan layanan pembiayaan milik perusahaan.

Perusahaan di bawah naungan Indomobil Group itu bisa menghadapi penurunan penjualan sasis bus yang lebih besar tanpa dukungan layanan pembiayaan perusahaan.

"Kalau tidak ditopang itu, itu mungkin turunnya enggak 19 persen, mungkin paling tidak menjadi 25 persen," kata Direktur Penjualan dan Purnajual PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) Susilo Darmawan di Jakarta pada Jumat (27/2).

​​​​​Hino memasarkan sasis untuk bus berukuran besar 4x2 hingga bus berukuran medium 4x2 dengan standar Euro 4.

Produk sasis bus berukuran besar Hino mencakup RM280 ABS, RK280 STD, dan RK280 ABS, yang sering dimanfaatkan untuk kendaraan pariwisata maupun sarana transportasi jarak jauh.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan angka penjualan sasis bus di pasar domestik selama 2025 sebanyak 4.541 unit atau turun 1.100 dari tahun sebelumnya.

Produksi sasis Hino selama 2025 secara keseluruhan tercatat 18.450 unit, menurun dari 23.823 unit pada 2024. 

Perusahaan selama selama kurun itu menghadapi penurunan pemesanan kendaraan secara grosir (dari pabrik ke dealer) hingga 24 persen. Angka penjualannya turun menjadi 18.367 unit pada 2025 dari 24.158 unit pada 2024.

Baca juga: Hino berikan satu truk ke SMK untuk media pembelajaran siswa

Baca juga: Hino hadirkan posko mudik di lintas Sumatera dan Jawa

Susilo mengemukakan bahwa penurunan penjualan sasis bus dipengaruhi oleh penurunan permintaan layanan bus dan kondisi ekonomi yang kurang stabil. 

"Beberapa saat yang lalu ada policy (kebijakan) mengenai adanya pembatasan atau larangan untuk mengadakan tur di satu area, itu yang menyebabkan sebetulnya demand atau permintaan penumpangnya itu juga turun," katanya.

Ia mengatakan bahwa situasi ekonomi yang kurang stabil juga membuat perbankan dan penyedia layanan pembiayaan berhati-hati memberikan kredit untuk pembelian produk otomotif.

"Situasi ekonomi yang memang belum stabil ini, ya tentu saja pihak financing company maupun bank yang memberikan pembiayaan berpikir untuk lebih berhati-hati. Karena kredit yang mereka berikan kepada konsumen itu tentu saja dengan segala risikonya," ia menjelaskan.

Dalam kondisi yang demikian, kehadiran layanan pembiayaan perusahaan yang memudahkan calon konsumen mendapat pinjaman membantu Hino menekan penurunan angka penjualan sasis busnya tahun lalu.

Baca juga: BYD rencanakan gebrakan baru di pasar otomotif Indonesia

Baca juga: VKTR targetkan pangsa pasar bus-truk listrik hingga 30 persen di 2030
 

Pewarta:
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |