Jakarta (ANTARA) - Terdapat sejumlah berita humaniora menarik yang terjadi pada pekan ini, dan dapat dibaca kembali sebagai rangkuman atas peristiwa yang terjadi pada pekan ini.
Berita diawali dengan insentif SPPG Rp6 juta per hari untuk mencegah pemborosan hingga penegasan otoritas terkait zakat tak digunakan untuk Program MBG.
1. BGN sebut insentif SPPG Rp6 juta per hari strategis cegah pemborosan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut insentif Rp6 juta per hari bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) strategis untuk mencegah pemborosan APBN.
Dadan menyampaikan hal tersebut untuk menanggapi isu yang beredar bahwa kebijakan fasilitas SPPG merupakan kebijakan pemborosan. Menurutnya, skema tersebut justru merupakan strategi yang efisien dan minim risiko untuk negara.
"Terdapat sejumlah prinsip mendasar dalam skema kemitraan tersebut. Pertama, Rp6 juta per hari bukanlah dana pembangunan dari APBN, melainkan bagian dari mekanisme pembayaran layanan atas SPPG yang telah berjalan. Seluruh proses pembangunan fisik dilakukan dengan investasi mandiri oleh mitra," katanya.
2. Menkes: Iuran BPJS Kesehatan naik hanya pengaruhi kelas menengah-atas
Menteri Kesehatan (Menkes)mengatakan kenaikan resmi iuran BPJS Kesehatan hanya berpengaruh ke masyarakat kelas menengah ke atas.
"Bahwa kenaikan remi BPJS tidak ada pengaruhnya sama sekali kepada masyarakat miskin. Karena masyarakat miskin dibayari oleh pemerintah," kata Menkes Budi Gunadi.
3. Menteri LH: Tak ada daerah yang raih predikat Adipura 2025
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan tidak ada satu pun kota maupun kabupaten di Indonesia yang meraih predikat piala Adipura pada 2025 karena belum memenuhi kriteria pengelolaan sampah secara menyeluruh.
Hanif mengatakan, sejumlah daerah yang sebelumnya digadang-gadang berpeluang meraih penghargaan tersebut ternyata masih memiliki persoalan kebersihan yang perlu dibenahi.
“Surabaya yang kita gadang-gadang Adipura, begitu kita ke Benowo itu sampah TPS liarnya hampir di sebagian besar. Begitu kita keluar kota sedikit kotornya juga perlu diperbaiki. Kita ke Balikpapan, ternyata begitu kita keluar dari jalan protokol masuk ke kampung-kampung 100 meter, kondisinya sama,” kata Hanif
4. Respons kasus WNA terkena campak, Kemenkes kebut imunisasi pekan depan
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan pihaknya menggencarkan imunisasi measles atau campak dan rubella (MR) bagi anak PAUD dan TK mulai pekan depan, sebagai satu upaya merespons notifikasi Australia terkait kasus campak WNA yang berpergian ke Indonesia.
"Jadi penguatan imunisasi kita lakukan secara rutin dan imunisasi kejar MR, terutama pada wilayah dengan cakupan rendah. Itu kita lakukan. Kemudian yang kedua adalah pemberian imunisasi MR tambahan pada daerah-daerah dengan KLB tahun 2025-2026. Dan MR tambahan ini merupakan crash program," kata Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni
5. Baznas RI: Zakat tak digunakan untuk Program MBG
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menegaskan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat tidak digunakan untuk mendanai Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pimpinan Bidang Pengumpulan Baznas RI Rizaludin Kurniawan mengatakan pemanfaatan ZIS memiliki aturan penggunaan yang jelas dan tidak dapat dialihkan di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.
"Kami tegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat kepada Baznas tidak digunakan sepersen pun untuk Program MBG. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai dengan ketentuan delapan asnaf," katanya.
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































