Gaya hidup yang pengaruhi intensitas kentut setiap hari

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Seberapa sering anda kentut dapat bervariasi dari orang ke orang, dan kebiasaan makan dan gaya hidup memainkan peran besar.

Misalnya, makan lebih banyak serat, minum minuman berkarbonasi, mengunyah permen karet, atau makan dengan cepat dapat meningkatkan gas.

“Pola makan dapat memiliki dampak terbesar pada gas karena hal yang sama yang memberi makan bakteri usus anda juga memberi makan kentut anda serat,” kata ahli gizi Amanda Sauceda, M.S., RD dalam siaran Eating Well pada Sabtu (27/6) waktu setempat.

Sauceda menjelaskan makanan yang dikonsumsi dapat memengaruhi seberapa banyak anda kentut. Serat adalah bagian karbohidrat yang tidak dapat dicerna yang bergerak melalui saluran pencernaan tanpa dicerna hingga usus besar, tempat bakteri memfermentasinya.

Proses ini juga menghasilkan gas. Mengonsumsi lebih banyak serat dapat meningkatkan jumlah kentut. Namun, peningkatan kentut ini seringkali bersifat sementara karena tubuh menjadi lebih terbiasa dengan pola makan yang lebih kaya serat.

Baca juga: Sering kentut dan perut kembung? Waspadai 8 penyebab ini

Itulah mengapa menurutnya penting untuk secara bertahap meningkatkan asupan serat yang memungkinkan tubuh beradaptasi.

Ahli Gastroenterologi bersertifikasi dari Atlantic Coast Gastroenterology Associates Sandhya Shukla, MD menambahkan bahwa perilaku tertentu dapat menyebabkan gas usus, seperti menelan udara saat makan dengan cepat, mengunyah permen karet, mengonsumsi minuman berkarbonasi, dan makan dengan mulut terbuka.

Semua aktivitas ini memungkinkan udara masuk ke saluran pencernaan Anda, yang dapat menyebabkan kembung dan gas.

Kondisi kesehatan tertentu dapat menyebabkan lebih banyak kentut.

“Gas usus yang berlebihan dapat disebabkan oleh infeksi SIBO, kondisi seperti intoleransi laktosa dan penyakit celiac, perubahan gerakan usus terutama penurunan motilitas usus, yang dapat terlihat pada diabetes atau penurunan penyerapan gas karena sembelit,” ujar Shukla.

Kondisi-kondisi ini memengaruhi pencernaan dan motilitas makanan, yang memengaruhi seberapa sering Anda mungkin kentut.

Dia menambahkan kentut adalah pelepasan gas dari sistem pencernaan melalui rektum/anus. Kentut terjadi karena gas terus menumpuk di saluran pencernaan dan harus dikeluarkan untuk menjaga homeostasis.

Baca juga: Adakah dampak buruk menahan kentut?

Orang dewasa sehat biasanya mengeluarkan gas 10-20 kali per hari, dengan total volume gas harian sekitar 500-1.500 mililiter.

Terkait dengan seringnya tiap individu kentut, merujuk pada studi tahun 2026, yang mencatat kentut berlebihan sebagai lebih dari 20 kali per hari. Sauceda mengatakan bahwa lebih dari 25 kali kentut sehari mungkin tidak normal.

Tetapi penting untuk tidak hanya menghitung jumlah kentut yang keluarkan setiap hari. Perubahan bau kentut atau gejala penyerta lainnya, seperti nyeri atau kembung, mungkin merupakan tanda dari sesuatu yang lain, bukan hanya kentut berlebihan.

Dalam kasus-kasus tersebut, penting untuk meminta nasihat dari profesional kesehatan. Namun, bagi kebanyakan orang, menghitung kentut sepanjang hari tidaklah perlu.

Baca juga: Serba-serbi kentut, mengapa bunyi dan berbau? Amankah bila ditahan?

Baca juga: Ilmuwan ciptakan alat pendeteksi kelainan suara kentut

Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |