Jakarta (ANTARA) - SUV listrik AUDI E7X diwartakan akan ditampilkan kepada publik di ajang Beijing Auto Show 2026, yang dilaksanakan mulai 24 April mendatang.
Menurut siaran Arena EV pada Senin (16/2), AUDI E7X baru-baru ini tertangkap kamera saat menjalani uji coba penggunaan dalam kondisi cuaca dingin di China.
SUV listrik berukuran besar itu tampil tanpa balutan kamuflase. Dengan warna eksterior ungu gelap dan desain futuristis, AUDI E7X tampak mencolok di lingkungan berlatar putih.
Mobil yang dirancang untuk membawa keluarga dengan nyaman itu memiliki ukuran panjang 5.049 mm, lebar 1.997 mm, dan tinggi 1.710 mm. Jarak sumbu rodanya lebih dari tiga meter.
Baca juga: Audi kenalkan mobil Formula 1 pertamanya
AUDI E7X hampir sepanjang Audi Q7, tetapi lantainya rata sehingga bagian dalamnya terasa lebih luas.
Kendaraan ini tersedia dua pilihan performa. Varian dasar menggunakan satu motor listrik di bagian belakang yang bisa menghasilkan tenaga 402 hp (300 kW) dan versi Quattro dibekali dua motor penggerak semua roda dengan keluaran tenaga gabungan 671 hp (500 kW).
Dengan pengaturan motor tertinggi, SUV ini mampu melaju hingga kecepatan maksimum 230 km per jam.
Mobil ini hadir dengan dua opsi baterai, yakni 100 kWh dan 109,3 kWh. Jarak tempuhnya berkisar antara 615 km hingga 751 km, tergantung konfigurasi motor dan baterai.
Dukungan sistem 800V yang sangat modern pada mobil ini memungkinkan pengisian daya sangat cepat. Kendaraan ini bisa menambah jarak tempuh sekitar 320 km hanya dengan pengisian daya cepat selama sepuluh menit.
Bagian dalam EX7 diperkirakan mirip dengan E5 Sportback, mencakup layar 27 inci resolusi 4K yang membentang di dasbor serta asisten berbasis kecerdasan buatan.
Opsi spion digital berbasis kamera juga tersedia untuk menampilkan kondisi belakang kendaraan melalui layar di dalam kabin.
Meski dirancang khusus untuk pasar China, beredar spekulasi bahwa model AUDI E7X juga bisa dipasarkan di negara lain pada masa mendatang.
Baca juga: Penjualan anjlok, sejumlah diler Audi di China tutup mendadak
Produsen kendaraan asal Jerman, Audi, bekerja sama dengan perusahaan China, SAIC, untuk membuat merek kendaraan yang menggabungkan kemampuan teknik Jerman dengan teknologi Tiongkok.
AUDI E7X adalah mobil kedua dari kemitraan ini setelah E5 Sportback yang diluncurkan tahun lalu.
E7X mempertahankan sejumlah elemen dari mobil konsep yang diperkenalkan sebelumnya.
Bagian depannya menampilkan logo tulisan AUDI yang menyala alih-alih simbol cincin khas Audi.
Baca juga: Kia perkenalkan SUV kompak EV2 di Brussels Motor Show
Baca juga: Rivian bangun unit perdana SUV listrik R2 jelang produksi massal
Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026


















































