Stasiun Ngunut Jaga Mobilitas Warga Blitar–Tulungagung Tetap Terhubung

5 hours ago 2

Layanan kereta api di Ngunut mendukung perjalanan harian, akses ekonomi, pendidikan, perdagangan, serta potensi wisata Tulungagung bagian timur

Jakarta (ANTARA) - Setiap stasiun kereta api memiliki cerita tentang mobilitas masyarakat. Di balik bangunan yang sederhana, stasiun menjadi ruang pertemuan antara sejarah, aktivitas ekonomi, dan perjalanan warga yang terus berlangsung dari waktu ke waktu.

Stasiun Ngunut menjadi salah satu simpul penting di sisi timur Kabupaten Tulungagung. Stasiun kelas 2 di wilayah Daop 7 ini berada di Kelurahan Ngunut, Kecamatan Ngunut, dan melayani masyarakat yang bepergian menuju Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Surabaya, hingga Jakarta.

Secara historis, keberadaan Stasiun Ngunut berkaitan dengan pengembangan jaringan kereta api di lintas Blitar–Tulungagung–Kediri. Lintas ini menjadi bagian dari jaringan penting yang menghubungkan pusat-pusat permukiman, perdagangan, pertanian, dan kegiatan masyarakat di Jawa Timur bagian selatan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Stasiun Ngunut memiliki peran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari warga. Stasiun ini melayani pelanggan yang bepergian untuk bekerja, bersekolah, berdagang, mengakses layanan publik, bertemu keluarga, hingga melanjutkan perjalanan ke kota lain.

“Stasiun Ngunut memperlihatkan bagaimana kereta api tetap menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat daerah. Kehadirannya membantu warga menjangkau pusat pendidikan, tempat kerja, pasar, layanan kesehatan, dan kota-kota lain dengan perjalanan yang lebih terjadwal dan terjangkau,” ujar Anne.

Berdasarkan data KAI, sepanjang Januari–Mei 2026 terdapat 5.248 pelanggan naik dari Stasiun Ngunut. Angka tersebut meningkat 12,47 persen dibanding periode yang sama pada 2025 sebanyak 4.666 pelanggan. Pada periode yang sama, pelanggan turun di Stasiun Ngunut mencapai 4.487 pelanggan, tumbuh 10,87 persen dibanding Januari–Mei 2025 sebanyak 4.047 pelanggan.

Secara total, pergerakan pelanggan naik dan turun di Stasiun Ngunut pada Januari–Mei 2026 mencapai 9.735 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat 11,73 persen dibanding periode yang sama pada 2025 sebanyak 8.713 pelanggan. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa layanan di Stasiun Ngunut tetap menjadi pilihan masyarakat untuk mobilitas harian maupun perjalanan antarkota.

Peran tersebut semakin kuat karena Ngunut memiliki basis penduduk dan aktivitas ekonomi yang besar. Merujuk publikasi BPS Kecamatan Ngunut Dalam Angka 2025, wilayah ini terdiri dari 18 desa/kelurahan dengan penduduk sekitar 85 ribu jiwa. Komposisi penduduk, kepadatan permukiman, aktivitas perdagangan, serta sebaran fasilitas pendidikan dan kesehatan membuat kebutuhan transportasi publik di wilayah ini terus terjaga.

Ngunut juga dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi di Tulungagung bagian timur. Lokasi stasiun yang dekat dengan Pasar Rakyat Ngunut, kawasan pertokoan, layanan perbankan, fasilitas kesehatan, dan pusat kegiatan masyarakat membuat kereta api menjadi bagian dari ekosistem mobilitas warga.

Selain perdagangan, kawasan Ngunut dan sekitarnya juga ditopang oleh aktivitas pertanian, usaha kecil, industri rumah tangga, serta sentra produksi masyarakat. Keterhubungan melalui kereta api membantu warga memperluas akses menuju peluang kerja, pendidikan, layanan perkotaan, dan pusat ekonomi regional tanpa bergantung sepenuhnya pada kendaraan pribadi.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Stasiun Ngunut melayani sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh dan lokal. Pada layanan jarak jauh, pelanggan dapat memanfaatkan KA Brantas, KA Singasari, dan KA Matarmaja. Untuk mobilitas regional di Jawa Timur, pelanggan juga dilayani Commuter Line Dhoho dan Commuter Line Penataran.

“Bagi masyarakat Ngunut, stasiun adalah akses menuju kesempatan yang lebih luas. Dari stasiun ini, warga dapat berangkat bekerja, menempuh pendidikan, menjalankan aktivitas perdagangan, dan menjaga hubungan keluarga antarkota. Karena itu, KAI terus menjaga layanan di stasiun-stasiun daerah agar manfaat kereta api semakin dirasakan masyarakat,” kata Anne.

Akses kereta api juga membuka peluang wisata di sekitar Tulungagung bagian timur. Pelanggan dapat menjadikan Stasiun Ngunut sebagai salah satu pintu perjalanan menuju destinasi seperti Ranu Gumbolo, Puncak Jowin, kawasan kuliner sekitar Pasar Ngunut, serta berbagai tujuan wisata lain di Tulungagung dan Blitar.

KAI mengajak pelanggan untuk merencanakan perjalanan melalui kanal resmi, termasuk aplikasi Access by KAI, serta memastikan jadwal perjalanan sebelum berangkat. Dengan layanan yang terus dijaga, Stasiun Ngunut diharapkan tetap menjadi penghubung yang aman, nyaman, dan bermanfaat bagi masyarakat Blitar–Tulungagung serta wilayah sekitarnya.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |