Garut (ANTARA) - Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyatakan bencana banjir yang menggenangi pemukiman warga di Kecamatan Pamarican dampak luapan Sungai Citalahab, sehingga harus ditangani dengan melakukan perbaikan daerah aliran agar tidak berulang-ulang kejadian banjir saat musim hujan.
"Ini akibat banjir yang kedua, di Sungai Citalahap, masyarakat yang terdampak ini kurang lebih ada 300 KK," kata Bupati Ciamis usai meninjau daerah yang terdampak banjir di Pamarican, Selasa.
Ia menuturkan, Pemkab Ciamis sudah menurunkan tim untuk menangani daerah yang terdampak bencana banjir, dan memastikan upaya penyelamatan masyarakat dan kebutuhan hidupnya.
Dampak banjir itu, kata dia, ada 164 orang yang harus dievakuasi ke masjid sebagai tempat yang aman dan nyaman dari ancaman bencana banjir saat itu.
"Ada 164 orang yang dievakuasi di masjid, sekarang sudah mulai surut, sebagian juga sudah pada pulang ke rumahnya masing-masin," katanya.
Baca juga: Hujan deras, 9.736 KK pada 45 desa di Grobogan terdampak banjir
Ia menyampaikan, penyebab terjadinya banjir di daerah itu harus menjadi perhatian semua pemangku kepentingan yakni Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, dan juga berkoordinasi dengan Gubernur Jabar untuk penanganannya.
Perbaikan tembok penahan tanah di aliran sungai itu, kata dia, harus segera diselesaikan agar air saat naik tidak meluap ke pemukiman warga.
"Ini harus penanganan secepatnya kalau tidak ada penanganan, ada hujan besar, ya pasti banjir lagi," katanya.
Sebelumnya, hujan deras mengguyur wilayah Ciamis yang menyebabkan sejumlah kejadian seperti tanah longsor, tanah bergerak, dan banjir luapan sungai.
Bupati mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dengan menghindari daerah yang berpotensi terjadinya bencana alam seperti longsor, maupun banjir.
"Cuaca sampai saat ini masih cukup ekstrem, apalagi di Kabupaten Ciamis termasuk salah satu tempat yang berada di daerah bencana," katanya.
Baca juga: BPBD Ciamis evakuasi 164 jiwa akibat banjir di Pamarican
Baca juga: 9.000 keluarga pada 42 desa di Grobogan terdampak banjir
Pewarta: Feri Purnama
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































