Anggota DPR sebut Indonesia harus apresiasi kesepahaman AS-Iran

4 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menilai Republik Indonesia harus mengapresiasi tercapainya kesepahaman antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk menghentikan eskalasi konflik serta membuka kembali ruang diplomasi.

Menurut Amelia, prinsip politik luar negeri bebas aktif menempatkan Indonesia pada posisi yang konsisten dalam mendukung perdamaian, menolak perang, dan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

"Tercapainya kesepahaman itu merupakan perkembangan positif, bukan hanya bagi kedua negara, tetapi juga bagi stabilitas kawasan Timur Tengah dan kepentingan dunia yang lebih luas," ujar Amelia di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan, setiap langkah menuju penghentian permusuhan, perlindungan warga sipil, serta jaminan kebebasan navigasi dan kelancaran arus energi global sangat patut diapresiasi. Terlebih lagi, stabilitas di kawasan Teluk berdampak langsung pada rantai pasok, harga energi, perdagangan internasional, dan situasi ekonomi negara-negara berkembang.

Baca juga: Vance ungkap alasan MoU AS-Iran belum dipublikasikan

Namun, Amelia mengingatkan agar kesepakatan tersebut dikawal dengan komitmen nyata dari semua pihak. Menurutnya, diplomasi tidak boleh berhenti pada pernyataan politik semata, melainkan harus dilanjutkan dengan mekanisme yang jelas, terukur, dan menghormati hukum internasional.

"Di forum global, Indonesia perlu terus mendorong de-eskalasi, dialog, dan penyelesaian damai," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan pada Minggu (14/6) bahwa kesepakatan perdamaian AS-Iran "kini telah rampung". Selat Hormuz juga akan dibuka kembali setelah penandatanganan kesepakatan resmi pada Jumat (19/6) mendatang.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah rampung," tulis Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social.

Baca juga: Presiden: Iran siap hadapi berbagai skenario setelah sepakat dengan AS

"Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut AS," kata Trump.

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |