Karawang (ANTARA) - Badan usaha milik negara Jasa Marga melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad kembali melaksanakan pemeliharaan jalan di sejumlah titik ruas Tol Cipularang dan Padaleunyi selama beberapa hari ke depan setelah pekan lalu dilakukan kegiatan yang sama di dua ruas tol tersebut.
Senior Manager Representative Office 3, Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Agus Susilo dalam keterangannya di Purwakarta, Jawa Barat, Selasa menyampaikan preservasi atau pemeliharaan jalan yang dilaksanakan ini berupa rekonstruksi perkerasan serta scrapping, filling, and overlay.
Ia mengatakan, pemeliharaan jalan tol ini di antaranya bertujuan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan berkendara pengguna jalan tol. Selain itu juga untuk menjaga kualitas infrastruktur jalan tol agar tetap andal dan aman saat dilintasi kendaraan.
Disebutkannya, sebagai koridor strategis yang menghubungkan pusat ekonomi dan pariwisata, Jasamarga terus berkomitmen memastikan kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi logistik nasional yang melintasi wilayah Cipularang maupun Padaleunyi tetap optimal.
Baca juga: PU: Proyek Tol Getaci dapat Fasilitas Penyiapan Proyek dari Kemenkeu
Untuk kegiatan pemeliharaan jalan di sejumlah titik ruas Tol Cipularang dan Padaleunyi ini dilaksanakan mulai Rabu (17/06) pukul 00.00 WIB hingga Sabtu (20/06) pukul 14.00 WIB.
Ia mengatakan, selama pekerjaan berlangsung, Jasamarga menyiagakan petugas pengatur arah, pengamanan area kerja, serta memasang rambu-rambu petunjuk darurat di sejumlah titik pengerjaan.
Agus mengatakan, di ruas Tol Cipularang arah Jakarta, kegiatan pemeliharaan jalan berupa pekerjaan rekonstruksi perkerasan dilaksanakan di beberapa titik, yakni:
- Lajur 1, Ramp 3 Jatiluhur sebanyak tiga titik pekerjaan, dilaksanakan pada Rabu (17/6) pukul 00.00 WIB hingga Sabtu (20/6) pukul 14.00 WIB
- Lajur 2, KM 67+808 sampai KM 67+754, dilaksanakan pada Rabu (17/6) pukul 00.00 WIB sampai Sabtu (20/6) pukul 14.00 WIB
Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































