Studi: Durasi tidur memengaruhi laju penuaan biologis

2 weeks ago 18

Jakarta (ANTARA) - Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature menunjukkan bahwa durasi tidur sekitar enam hingga delapan jam per malam berkaitan dengan tingkat penuaan biologis yang lebih rendah dibandingkan tidur terlalu sedikit atau terlalu lama.

Melansir dari laman Eating Well pada Kamis (4/6), dalam penelitian tersebut, para peneliti menemukan bahwa durasi tidur optimal berada pada kisaran 6,4 hingga 7,8 jam per malam. Sementara itu, tidur kurang dari enam jam atau lebih dari delapan jam dikaitkan dengan tanda-tanda penuaan biologis yang lebih cepat.

Penelitian dilakukan dengan menganalisis data dari sejumlah basis data populasi besar, termasuk UK Biobank, yang memuat informasi biologis, kesehatan, dan gaya hidup ratusan ribu orang.

Baca juga: Durasi ideal tidur siang agar tak mengganggu siklus tidur malam

Para peneliti menggunakan data kebiasaan tidur yang dilaporkan peserta, hasil pencitraan otak, biomarker darah, catatan kesehatan, serta luaran kesehatan jangka panjang. Mereka kemudian membandingkan durasi tidur dengan 23 indikator penuaan biologis pada berbagai organ dan sistem tubuh.

Alih-alih hanya melihat usia kronologis seseorang, penelitian ini menggunakan "jam biologis" yang memperkirakan usia organ dan sistem tubuh berdasarkan biomarker seperti hasil pemindaian otak dan pengukuran darah.

Hasil analisis menunjukkan bahwa hubungan antara durasi tidur dan penuaan biologis terjadi pada berbagai sistem tubuh, termasuk otak, jantung, dan jalur yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh.

Baca juga: Bermain ponsel malam hari bisa ganggu durasi tidur keesokan hari

Temuan tersebut mengindikasikan bahwa tidur dapat memengaruhi proses penuaan secara menyeluruh, bukan hanya pada satu organ atau aspek kesehatan tertentu.

Selain itu, penelitian menemukan bahwa durasi tidur yang terlalu pendek maupun terlalu panjang berkaitan dengan peningkatan risiko sejumlah penyakit kronis, seperti depresi, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga risiko kematian yang lebih tinggi.

Peneliti menjelaskan bahwa kurang tidur tampaknya memiliki hubungan yang lebih langsung dengan dampak kesehatan melalui peningkatan stres, peradangan, dan gangguan sistem imun. Sebaliknya, tidur terlalu lama diduga lebih berperan sebagai penanda adanya proses penuaan biologis atau masalah kesehatan lain yang mendasarinya.

Baca juga: Jam tidur ideal berdasarkan usia agar tubuh lebih sehat dan bugar

Meski demikian, peneliti mengingatkan bahwa studi ini bersifat observasional sehingga hanya menunjukkan hubungan, bukan membuktikan bahwa durasi tidur secara langsung menyebabkan percepatan penuaan.

Data durasi tidur dalam penelitian juga diperoleh berdasarkan laporan peserta sehingga masih berpotensi mengandung kesalahan dibandingkan pengukuran tidur yang dilakukan secara objektif.

Para peneliti menilai temuan tersebut memperkuat pentingnya menjaga durasi tidur yang cukup dan konsisten sebagai bagian dari upaya mendukung kesehatan jangka panjang serta proses penuaan yang lebih sehat.

Baca juga: Ini waktu tidur siang yang ideal bagi anak

Baca juga: Sederet manfaat tidur yang cukup bagi produktivitas dan kesehatan

Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |