STKIP Pasundan juara Liga Universitas regional Bandung

2 weeks ago 27

Jakarta (ANTARA) - STKIP Pasundan keluar sebagai juara regional Bandung kompetisi sepak bola Liga Universitas Coca-Cola 2026 setelah mengalahkan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) 1-0 dalam laga terakhir di Lapangan Saraga ITB, Bandung, Sabtu.

Kemenangan ini membuat STKIP tak terkejar di puncak klasemen dengan 36 poin setelah meraih poin sempurna dari 12 pertandingan, sementara UPI finis di posisi kedua dengan 30 poin.

Kompetisi yang diikuti tujuh tim ini berlangsung selama lebih dari tiga bulan, mulai 25 April hingga 8 Agustus 2026, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem sepak bola mahasiswa berkelanjutan di Indonesia.

Liga Universitas juga dirancang sebagai ruang pengembangan bagi mahasiswa, pelatih, pengelola tim, hingga volunteer yang terlibat di balik penyelenggaraan pertandingan.

“Liga Universitas ini menjadi satu hal yang berkelanjutan. Jadi, tidak cuma ada di musim ini saja, tapi kami punya musim berikutnya, alias tiga tahun untuk pembangunan kami,” ujar Wakil Ketua Umum PSSI sekaligus Founder Grha Gemah Nusa Foundation Ratu Tisha Destria saat menghadiri laga penentuan ini di Lapangan Saraga ITB, Sabtu.

Menurutnya, kompetisi juga memiliki nilai penting dalam membentuk komunitas sepak bola kampus yang lebih luas.

“Yang paling utama adalah ini membentuk satu komunitas bagi mahasiswa, tidak cuma yang main, tetapi juga the man behind the scene, the man behind the match,” kata dia.

Baca juga: Liga Universitas wadah kampanye kesehatan mental

Para volunteer, lanjut Tisha, mendapatkan pengalaman langsung dalam pengelolaan kompetisi. Mereka tidak hanya hadir untuk membantu kelancaran pertandingan, tapi juga belajar manajemen dan bagaimana sebuah kompetisi olahraga dikelola secara profesional.

Di sisi teknis, format kompetisi yang memberikan ruang antarlaga juga dinilai membantu tim dan pelatih melakukan proses evaluasi secara lebih optimal.

Jeda pertandingan memungkinkan pemain mendapatkan waktu pemulihan, sementara jajaran pelatih memiliki kesempatan mengevaluasi penampilan tim, memberikan umpan balik, menyusun program latihan, sebelum kembali bertanding.

Ia menilai pola tersebut menjadi salah satu fondasi untuk menciptakan komunitas sepak bola yang lebih menyeluruh. Pemain, tim kepelatihan, manajemen Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), hingga volunteer dapat berkembang secara bersama-sama melalui kompetisi yang berlangsung secara konsisten.

Berakhirnya kompetisi regional Bandung juga menjadi momentum untuk melihat perjalanan Liga Universitas secara lebih luas. Tisha menyebut kompetisi saat ini masih berada dalam tahap awal pembangunan akar rumput dengan dua wilayah, yakni Regional Bandung dan Regional Jakarta.

Tahapan itu akan dikembangkan secara bertahap sebelum menuju cakupan nasional. Tahun depan, jumlah regional berpeluang bertambah menjadi tiga wilayah.

“Kalau nanti sudah lama-kelamaan berkembang jadi empat sampai enam regional, barulah kami akan membuat tingkat nasional. Hari ini kami inginnya grassroots-nya dulu yang terbangun. Jadi, harus perlahan-lahan,” jelas alumni FIFA Master itu.

Dua mahasiswa dipilih mewakili peserta Liga Universitas dalam agenda di United Nations Headquarters, New York, 18 Juli 2026. Keduanya adalah Elang Cikal Brajananta dari STKIP Pasundan dan Elyas Aryo Saputro dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Baca juga: Dua mahasiswa Liga Universitas jadi delegasi Indonesia di New York

Daftar peraih penghargaan regional Bandung Liga Universitas 2026:

Juara: STKIP Pasundan

Peringkat Kedua: Universitas Pendidikan Indonesia

Peringkat Ketiga: UIN SSC

Tim Fair-Play: Universitas Swadaya Gunung Jati

Pelatih Terbaik: Agus Santosa (STKIP Pasundan)

Kiper Terbaik: Tubagus Hussein Ali Ramadhan (UPI)

Pemain Terbaik: Ardiansyah Harahap (STKIP Pasundan)

Top Skor: Muhammad Firman Januari (STKIP Pasundan/13 gol)

Volunteer terbaik: Sanjaya Raga

Wasit terbaik: Dedi Samsuri.

Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |