Depok (ANTARA) - Sivitas akademika Universitas Indonesia (UI) yang terdiri atas dosen dan residen dokter gigi spesialis (PPDGS) Periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UI membantu korban banjir di Desa Pantai Harapan Jaya Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Kepala Departemen Periodonsia FKG UI, Prof. Yuniarti Soeroso di Depok, Senin mengatakan logistik bahan baku dapur umum merupakan hal prioritas karena banjir yang masih menggenangi permukiman warga telah membatasi aktivitas sehari-hari, termasuk akses untuk memasak dan memperoleh bahan pangan secara mandiri.
"Ketersediaan bahan baku yang cukup dan berkelanjutan sangat penting untuk menjamin asupan gizi warga terdampak, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu. Upaya pencegahan penyakit juga penting diperhatikan, namun sayangnya sudah dua warga lansia meninggal dalam bencana banjir ini. Karena itu, kami berupaya membantu pemulihan pascabencana agar dampak banjir pada warga dapat segera teratasi,” kata Prof. Yuniarti
Perwakilan dosen Periodonsia FKG UI, drg. Benso Sulijaya Suyono bersama para residen melakukan peninjauan ke rumah-rumah warga, berdialog dan beraudiensi terkait kebutuhan warga di pengungsian, serta memberikan bantuan sosial sembako ke dapur umum.
Baca juga: Tirta Bhagasasi pasok air bersih penuhi kebutuhan korban banjir
Desa Pantai Harapan Jaya merupakan salah satu daerah binaan kegiatan pengabdian masyarakat Departemen Periodonsia FKG UI yang berfokus pada Sustainable Development Goals (SGDs).
Program yang berfokus pada kehidupan sehat dan sejahtera (Good Health and Well-being) dan pendidikan berkualitas (Quality Education) tersebut diinisiasi sejak empat tahun lalu.
Desa Pantai Harapan Jaya yang terletak di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat adalah salah satu daerah terdampak bencana banjir sejak awal Januari.
Banjir setinggi 70–90 cm akibat luapan Sungai Ciherang tersebut menggenangi rumah warga, yang menyebabkan ribuan kepala keluarga terisolasi.
Baca juga: Kapolda Metro Jaya bagikan sembako kepada korban banjir di Bekasi
Kondisi geografis, curah hujan yang tinggi, dan luapan sungai Ciherang menjadi penyebab utama banjir. Akses menuju kantor desa sudah terputus dan hanya bisa diakses menggunakan perahu karet. Sekitar 21 RT atau kurang lebih 1400-an kepala keluarga terkena dampak ini.
Sekretaris Desa Pantai Harapan Jaya, Murdani, menyebut banjir di daerahnya telah berlangsung selama 22 hari sejak awal 2026.
“Banyak rumah warga kami yang sudah terendam banjir hingga hampir satu meter, dan dapur umum sudah kehabisan bahan makanan. Kami membutuhkan banyak perhatian para pemangku kebijakan dan pemerintah karena banjir ini semakin tinggi dan arusnya kencang” ujarnya.
Baca juga: BNPB: 45 desa di 14 kecamatan Bekasi masih banjir, ribuan masih ungsi
Baca juga: Dinkes Bekasi siagakan layanan 24 jam korban banjir
Pewarta: Feru Lantara
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































