Sikapi demo, Kyai Kikin sampaikan imbauan ke pemerintah dan DPR

6 hours ago 3
Pemerintah, DPR, dan aparat, juga terbuka menerima masukan dengan kepala dingin, profesional, lapang diri, dan muhasabah untuk mewujudkan kepemimpinan bersama, sehingga dengan persatuan akan tercapai kemajuan bangsa dan negara

Surabaya (ANTARA) - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) mengimbau pemerintah, DPR, dan aparat untuk terbuka dalam menerima masukan dari masyarakat, namun masyarakat juga diimbau untuk menjaga persatuan dalam menyalurkan aspirasi.

"Leluhur kita itu dapat mencapai kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 dengan mengedepankan persamaan dan persatuan yang dilandasi rasa persaudaraan," kata Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz dalam keterangannya di Surabaya, Sabtu.

Ia mengemukakan hal itu menyikapi aksi solidaritas untuk almarhum pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan yang meninggal dunia akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob dalam aksi unjukrasa di Jakarta pada Kamis (28/8) malam.

Baca juga: Suasana Kota Surabaya masih ramai polisi dan massa aksi demo

Saat ini Polri melalui Divisi Propam Mabes Polri juga telah melakukan pengusutan dan pemeriksaan terhadap tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya yang diduga bertanggungjawab atas insiden rantis melindas pengemudi ojol itu.

Kiai Kikin, sapaannya, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan. "Situasi yang terjadi saat ini merupakan bentuk dari kesenjangan antara pemerintah dan masyarakat yang sudah terjadi cukup lama," katanya.

Oleh karena itu pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang itu mengajak semua pihak untuk menghadapi situasi kesenjangan itu dengan kesabaran, menahan diri, mengutamakan keselamatan dan keutuhan, serta menghindari kerusakan yang lebih besar untuk kemajuan bersama.

Baca juga: MUI minta aparat kedepankan pendekatan persuasif saat amankan demo

"Mari kita bersama-sama menjaga ketertiban, mengedepankan rasa persaudaraan dan tidak menimbulkan perselisihan yang menyebabkan adanya permusuhan sehingga kita kehilangan kekuatan untuk maju," kata cucu pendiri NU Hadratusyyeikh KH Hasyim Asy'ari itu.

Terkait aspirasi dalam aksi demonstrasi (demo) itu, Kiai Kikin mengimbau agar diniatkan semata-mata untuk penyampaian aspirasi dan rekomendasi untuk membangun Indonesia yang lebih baik di masa yang akan datang.

"Pemerintah, DPR, dan aparat, juga terbuka menerima masukan dengan kepala dingin, profesional, lapang diri, dan muhasabah untuk mewujudkan kepemimpinan bersama, sehingga dengan persatuan akan tercapai kemajuan bangsa dan negara," katanya.

Baca juga: Ribuan jamaah ikuti shalat ghaib untuk Affan Kurniawan di Al-Akbar

Pewarta: Willi Irawan
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |