SIG perluas ekspansi pasar ekspor semen RI lewat fasilitas di Tuban

1 week ago 6

Jakarta (ANTARA) - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperluas ekspansi pasar ekspor industri semen domestik ke tingkat global melalui peresmian fasilitas dermaga dan produksi untuk ekspor di Tuban, Jawa Timur.

Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra dalam keterangan di Jakarta, Jumat mengatakan, pengoperasian fasilitas ekspor di Tuban menandai langkah strategis perusahaan dalam membangun sumber pertumbuhan baru sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri bahan bangunan global.

“Momentum peresmian fasilitas ekspor ini membawa SIG pada tujuan utama yaitu menciptakan peluang pertumbuhan, mendukung pembangunan berkelanjutan, dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional melalui produk hasil karya anak bangsa,” kata Indrieffouny.

Fasilitas yang diresmikan pada Kamis (11/6) tersebut berkapasitas hingga 1 juta ton semen per tahun itu akan menjadi basis utama penguatan ekspor SIG, terutama ke Amerika Serikat.

Pengembangan fasilitas tersebut dilakukan melalui kerja sama strategis antara anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, dengan Taiheiyo Cement Corporation dari Jepang.

Adapun sepanjang 2026, SIG menargetkan ekspor sebanyak 450 ribu metrik ton (MT) semen tipe khusus ke Amerika Serikat secara bertahap.

Baca juga: SBI catatkan laba bersih Rp101,89 miliar pada kuartal I 2026

Baca juga: PT SBI targetkan mulai ekspor 450 ribu ton semen ke AS akhir Mei 2026

Ia menambahkan, transformasi yang dijalankan SIG tidak hanya berfokus pada penguatan pasar domestik, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kontribusi pasar ekspor guna mengoptimalkan utilitas produksi dan memperluas peluang bisnis jangka panjang.

“Di tengah kondisi industri domestik yang mengalami kelebihan kapasitas, pelaku usaha termasuk SIG dituntut untuk terus berinovasi dan menjalankan langkah-langkah strategis agar semakin kompetitif dan menjadi pilihan utama pelanggan di tengah persaingan pasar yang ketat,” ujarnya.

Untuk mendukung operasional yang efisien dan berkelanjutan, fasilitas ekspor di Tuban dilengkapi berbagai teknologi modern. Terminal ekspor berkapasitas hingga 50.000 DWT tersebut didukung tube conveyor sepanjang 4,1 kilometer, tripper conveyor, serta ship loader berkapasitas 1.000 ton per jam (tph) yang mampu mengirim semen curah langsung dari pabrik menuju kapal di dermaga.

Sementara itu, fasilitas produksinya dilengkapi blending silo system berkapasitas 8.000 ton, clinker silo system berkapasitas 15.000 ton, serta dua cement silo system yang masing-masing memiliki kapasitas 18.000 ton.

Indrieffouny juga menyampaikan apresiasi kepada Taiheiyo Cement Corporation atas sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin. Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang, tetapi juga membuka peluang pengembangan bisnis serta peningkatan kapabilitas kedua perusahaan.

Sementara itu, Komisaris Utama SIG Sigit Widyawan, menegaskan bahwa peresmian fasilitas ekspor tersebut merupakan awal dari upaya yang lebih besar untuk mengoptimalkan fasilitas sebagai penggerak pertumbuhan berkelanjutan.

“Menjaga kualitas tetap menjadi prioritas utama untuk meningkatkan daya saing. Setelah itu, aspek efisiensi juga harus terus diperkuat agar semakin kompetitif dan membuka peluang untuk merambah pasar yang lebih luas lagi,” kata Sigit.

Baca juga: SIG hadirkan beton cepat kering perbaiki jalur Transjakarta

Baca juga: Semen Indonesia dorong inovasi bahan bangunan lewat kolaborasi global

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |