Jakarta (ANTARA) - Norwegia tengah dalam amukan krisis politik hebat akibat masalah yang melibatkan anggota kerajaan mereka.
Putri Makhkota Mette-Marit sedang tidak sehat. Lebih parah lagi, namanya disebut dalam arsip Jeffrey Epstein, predator seks yang menyeret pemimpin-pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sudah begitu, putra sang putri, yakni Pangeran Marius Borg Hoiby, sedang tersandung kasus pidana.
Tapi belakangan ini krisis tersebut tertutup oleh penampilan timnas sepak bola Norwegia, yang untuk pertama kali sejak Piala Dunia 1998 masuk kembali putaran final Piala Dunia.
Adalah pelatih Viking Stavanger, Morten Jensen, yang pertama menyampaikan klaim itu. Viking Stavanger adalah juara divisi utama liga sepak bola Norwegia.
Jensen mengatakan perjalanan indah Erling Haaland cs telah mempersatukan rakyat Norwegia, yang terbelah gara-gara krisis yang menimpa keluarga kerajaan itu.
Bagaimana tidak indah, perjalanan The Red, White and Blue memang membuat bangga seluruh negeri, termasuk lima hari lalu saat mengawali putaran final Piala Dunia 2026 dengan menerkam Irak 4-1.
Keberhasilan mereka telah mengalihkan perhatian 5,63 juta penduduk Norwegia dari masalah yang tengah menimpa anggota kerajaan mereka, walau mungkin untuk sejenak.
Sukses Martin Odegaard cs memenangkan seluruh dari delapan laga kualifikasi Piala Dunia zona Eropa mendatangkan bangga yang amat sangat dari rakyat Norwegia, apalagi dua kemenangan di antaranya diperoleh dari juara dunia empat kali, Italia.
Odegaard, Haaland, dan pemain-pemain asuhan pelatih Stale Solbakken adalah generasi emas sepak bola Norwegia yang membuat rekan-rekan sebangsanya yakin bahwa kali ini Norwegia akan melangkah lebih jauh dibandingkan tiga edisi Piala Dunia yang sebelumnya mereka ikuti. Mereka produktif, kuat, cepat, visioner, dan kompak.
Korban pertama mereka dalam Piala Dunia 2026 adalah Irak.
Berikutnya, pada Selasa (23/6) pukul 07.00 WIB, mereka diuji oleh Senegal dalam pertandingan Grup I di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat.
Tapi Senegal bukan mangsa sembarang mangsa. Profil tim Afrika ini jauh lebih keren ketimbang Irak, karena baru saja menjuarai Piala Afrika, yang gara-gara walkout dalam partai final, mesti menyerahkan trofi itu kepada Maroko.
Faktor Odegaard
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































