Washington (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Senin (22/6) mengatakan perundingan dengan Amerika Serikat di Swiss menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya mengakhiri konflik di Lebanon dan mengurangi tekanan terhadap perekonomian Iran.
"Mediasi tanpa henti dari Pakistan dan Qatar telah menghasilkan kemajuan besar untuk mengakhiri Perang Lebanon. Pembatasan terhadap ekspor minyak dan petrokimia dicabut, blokade diakhiri, sebagian aset yang dibekukan dilepaskan, dan program rekonstruksi serta pembangunan besar diluncurkan untuk Iran," kata Araghchi di platform X.
Pernyataan itu disampaikannya setelah Qatar dan Pakistan mengumumkan kemajuan penting dalam upaya diplomatik antara AS dan Iran menyusul berakhirnya putaran pertama perundingan tingkat tinggi di Danau Lucerne, Burgenstock, Swiss.
Dalam pernyataan bersama, kedua negara mediator itu mengatakan para pihak sepakat membentuk mekanisme koordinasi bersama yang melibatkan Republik Lebanon untuk memastikan kepatuhan terhadap penghentian operasi militer di Lebanon sesuai nota kesepahaman (MoU) yang telah dicapai AS-Iran.
"Ujian nyata pertama: mekanisme koordinasi Lebanon," kata Araghchi.
Dalam pernyataan terpisah, ia menggambarkan perkembangan diplomatik tersebut sebagai bagian dari perjuangan nasional yang lebih luas.
"Dari lapangan sepak bola [Piala Dunia], meja perundingan, hingga medan pertempuran, setiap langkah yang kami ambil sebagai bangsa Iran merupakan bagian dari perjuangan yang lebih besar untuk membela kehormatan dan martabat rakyat kami," ujarnya.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Iran-AS rampungkan draf pelonggaran sanksi ekspor minyak
Baca juga: Trump: AS bisa rebut Selat Hormuz, pungut ongkos melintas
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































