Rindu Baitullah memotivasi peserta asal NTB ikuti seleksi petugas haji

1 hour ago 4

Mataram, NTB (ANTARA) - Kerinduan untuk kembali mengunjungi Baitullah menjadi motivasi terkuat sejumlah peserta dalam mengikuti seleksi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1448 Hijriah/2027 Masehi di UPT BKN Mataram, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Tahun 2025, saya pergi umroh sama isteri. Bulan lalu, isteri berangkat sendiri, sehingga saya juga ingin berangkat lagi. Mungkin di sini ada jalan untuk saya berangkat lagi ke Tanah Suci, saya ada rasa rindu dengan Baitullah," kata peserta PPIH bernama Adiyansah saat ditemui di UPT BKN Mataram, NTB, Sabtu.

Adiyansah yang berusia 38 tahun tersebut sehari-hari bekerja sebagai staf notaris di Kabupaten Dompu. Ia memilih posisi layanan transportasi yang disesuaikan dengan latar belakang dan kemampuan.

Menurut dia, keikutsertaannya dalam seleksi calon petugas haji kali ini merupakan pengalaman pertama.

"Saya daftar untuk divisi transportasi, karena usia masih muda, sehingga kemungkinan lulus lebih maksimal," ucap Adiyansah.

Lebih lanjut dia menyampaikan tidak ada persiapan khusus dalam mengikuti seleksi ujian Computer Assisted Test (CAT) yang berlangsung selama 90 menit di UPT BKN Mataram.

Adiyansah tiba di Mataram, Jumat tengah malam, setelah melakukan perjalanan panjang selama 12 jam dari Kabupaten Dompu. Pada Sabtu pagi, dia langsung mengikuti seleksi berbasis ujian CAT yang mirip dengan bentuk seleksi untuk para calon Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sementara itu, peserta lainnya bernama Partoyo mengikuti seleksi PPIH untuk formasi layanan konsumsi dengan motivasi memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji.

Partoyo mengaku belum pernah menginjakkan kakinya di Tanah Suci, bahkan untuk sekadar melaksanakan ibadah umrah. Dia sehari-hari bekerja sebagai aparatur sipil negara di UPT Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Kota Mataram.

"Motivasi untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada tamu-tamu Allah dan mudah-mudahan itu bisa menjadi pintu awal keberkahan," ujar pria berusia 50 tahun tersebut.

Dalam pelaksanaan seleksi CAT calon PPIH 2027 di Nusa Tenggara Barat, Kantor Wilayah Kemenhaj NTB menyebut ada 27 peserta terdaftar mengikuti seleksi tersebut. Namun, tiga orang tidak hadir, sehingga hanya terdapat 24 peserta yang mengikuti ujian.

Peserta mengikuti seleksi untuk berbagai bidang pelayanan, antara lain media center, akomodasi, konsumsi, transportasi, layanan lansia, pembimbing ibadah, dan bidang pendukung lainnya.


Seleksi tersebar di daerah

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyebar pelaksanaan seleksi calon PPIH ke sejumlah daerah dengan menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN) agar peserta tidak lagi harus mengikuti ujian di Jakarta.

Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Kemenhaj Akhmad Fauzin mengatakan pelaksanaan ujian berbasis CAT di daerah merupakan mekanisme baru dalam proses rekrutmen calon petugas haji yang diterapkan pada tahun ini.

"Tahun lalu kami pusatkan di Jakarta, sehingga ketika (seleksi) di Jakarta menjadi sangat padat. Oleh karena itu, kami sebar di seluruh Indonesia bekerja sama dengan BKN," papar Fauzin.

Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Kemenhaj Akhmad Fauzin (kiri) didampingi Kepala Kanwil Kemenhaj NTB Lalu Muhammad Amin (kanan) memaparkan proses seleksi PPIH berbasis CAT dalam sesi wawancara cegat di UPT BKN Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/Sugiharto Purnama

Kemenhaj menyebar lokasi ujian ke berbagai daerah untuk mendukung pelaksanaan seleksi yang lebih efektif sekaligus memberikan kemudahan bagi peserta dari daerah agar tidak perlu lagi terbang jauh menuju ke Jakarta untuk mengikuti proses seleksi.

Peserta yang dinyatakan lolos tes CAT berhak mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan dan bimbingan teknis untuk menjadi petugas haji 2027. Bimbingan teknis direncanakan berlangsung sekitar satu bulan dengan kombinasi pembelajaran luring, daring, serta pendidikan dan pelatihan.

Baca juga: Pendaftar petugas haji capai 75 ribu, tes CAT digelar dua gelombang

Kepala UPT BKN Mataram Waisul Qarni mengatakan pihaknya mengapresiasi kepercayaan Kemenhaj dalam pelaksanaan seleksi calon PPIH di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Ia berharap pelaksanaan seleksi berbasis CAT tersebut dapat berlangsung secara transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Kemenhaj yang telah mempercayakan BKN untuk melakukan seleksi calon PPIH," pungkas Qarni.

Baca juga: Kemenhaj tunda seleksi PPIH Kloter dan Arab Saudi di wilayah bencana

Baca juga: Kemenhaj buka pendaftaran seleksi petugas haji kloter dan Arab Saudi

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |