Jakarta (ANTARA) - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi Rumah Cahaya sebagai bentuk kepedulian bagi para pahlawan.
Dirinya juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang diwujudkan melalui Program Rumah Cahaya. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam memenuhi kebutuhan perumahan sekaligus memberikan penghargaan kepada masyarakat yang telah berjasa bagi bangsa.
“Saya sebagai Menteri Perumahan sangat senang melihat kolaborasi ini bisa menjadi wujud nyata perhatian kita kepada para pahlawan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” ujar Maruarar atau disapa Ara, di Jakarta, Senin.
Dia menilai pemberian hunian kepada para pahlawan dan keluarga yang telah berjasa merupakan bagian dari upaya menghadirkan negara di tengah masyarakat. Rumah yang diberikan diharapkan tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan atas perjuangan yang telah mereka berikan.
Menurut Ara, kolaborasi seperti Rumah Cahaya menunjukkan bahwa pembangunan perumahan dapat dilakukan bersama-sama dengan melibatkan pemerintah, perbankan, yayasan, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat.
Melalui keberlanjutan Program Rumah Cahaya, pemerintah berharap semakin banyak pahlawan dan keluarga yang telah memberikan pengabdian bagi bangsa dapat memperoleh hunian yang layak sekaligus penghargaan yang menjadi pengingat atas jasa mereka kepada Indonesia.
Rumah Cahaya merupakan program penyediaan hunian layak bagi mereka yang telah memberikan kontribusi dan jasa bagi bangsa dan negara, khususnya para veteran, mantan atlet yang pernah mengharumkan nama Indonesia, serta keluarga para pahlawan. Program ini tidak hanya menghadirkan tempat tinggal yang layak, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan dan pengingat atas pengabdian mereka.
Program Rumah Cahaya merupakan hasil kolaborasi antara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesiaemas (PHSI). Pada tahap awal, sebanyak 30 unit Rumah Cahaya dibangun di Serang, Banten, yang diperuntukkan bagi mereka yang dinilai telah berjasa dan membutuhkan dukungan hunian.
Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengatakan, penyediaan hunian layak masih menjadi pekerjaan besar karena jutaan masyarakat Indonesia belum memiliki rumah dan masih banyak pula yang menempati rumah tidak layak huni.
Menurutnya, perhatian pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem perumahan juga perlu diberikan kepada mereka yang telah berjasa dan berkorban untuk bangsa, termasuk keluarga petugas yang gugur dalam menjalankan tugas.
“Kita masih punya tugas yang banyak untuk mencari dan membantu pahlawan-pahlawan yang telah berjasa bagi negara. Bukan hanya veteran dan atlet, tetapi juga mereka yang gugur dalam menjalankan tugas, seperti petugas pemadam kebakaran dan petugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk keluarganya. Kita harus terus hadir untuk mereka,” kata Hashim.
Baca juga: Menteri PKP: BPJS Ketenagakerjaan dukung kebutuhan perumahan pekerja
Baca juga: FLPP di Jabar tembus 40 ribu unit, bankability jadi kendala
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































