IKN targetkan lima titik pembasahan udara cegah karhutla

2 hours ago 6
Operasi ini selain untuk memadamkan titik api (hotspot), sekaligus membasahi area yang berpotensi terbakar

Penajam Paser Utara (ANTARA) - Sebanyak lima titik di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Provinsi Kalimantan Timur, menjadi sasaran pembasahan udara melalui pengeboman air (water bombing) untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Lokasi pertama adalah area Bukit Tengkorak yang masuk kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto," kata Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN (OIKN) Myrna A. Safitri saat dikonfirmasi di Penajam, Sabtu.

Myrna menambahkan, target operasi selanjutnya berada di sepanjang kawasan Bukit Merdeka hingga Teluk Dalam di poros Samarinda–Balikpapan.

Pembasahan juga diarahkan ke wilayah Wonotirto menuju Tanjung Harapan, yang merupakan area rawa gambut dan saat ini dalam kondisi mengering.

Baca juga: Warsi: Karhutla di Jambi berkaitan dengan aktivitas manusia

Menurut dia, seluruh area target tersebut memiliki karakteristik vegetasi campuran dengan kontur tanah berbukit.

"Kondisi geografis ini membuat pemadaman dari udara menjadi opsi yang jauh lebih efektif dan aman ketimbang menerjunkan personel darat melalui jalur pejalan kaki," jelas Myrna.

Pada kesempatan terpisah, Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi Danis H Sumadilaga menerangkan bahwa OIKN bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI Angkatan Udara (AU) dalam melaksanakan operasi karhutla tersebut.

Operasi taktis ini digelar setelah hasil pemantauan terkini menunjukkan adanya peningkatan risiko kebakaran yang signifikan di sejumlah area penyangga ibu kota baru tersebut.

Baca juga: APHI dukung Inpres larangan pembukaan lahan dengan cara membakar

Dalam operasi ini, TNI AU menyiagakan satu unit Helikopter Caracal di Pangkalan Udara (Lanud) Dhomber Balikpapan sebagai armada utama pemadaman.

Helikopter tersebut memiliki kapasitas angkut kantong air (bambi bucket) seberat dua ton atau setara 2.000 liter air dalam sekali terbang.

"Operasi ini selain untuk memadamkan titik api (hotspot), sekaligus membasahi area yang berpotensi terbakar," ujar Danis.

Ia menambahkan, upaya pembasahan lahan (wetting) menjadi langkah krusial untuk menekan risiko perambatan api, terutama di tengah kondisi arah angin yang kerap berubah-ubah secara fluktuatif di lapangan.

OIKN memastikan pemantauan titik rawan kebakaran akan terus dilakukan secara intensif selama periode rentan karhutla musim kemarau ini.

Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta laporan berkala petugas di lapangan akan menjadi dasar utama dalam menentukan koordinat area pembasahan berikutnya, terutama jika kondisi angin dan suhu harian menunjukkan peningkatan indikator risiko.

Baca juga: BPBD Banyumas perkuat kesiapsiagaan hadapi karhutla saat kekeringan

Pewarta: Arumanto/Novi Abdi
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |