Jakarta (ANTARA) - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan periode 2026-2031 menetapkan tujuh arah khidmat mencakup penguatan organisasi, pemberdayaan jamaah, kemandirian ekonomi, pendidikan, transformasi digital, penguatan pesantren, serta penguatan peran NU sebagai rumah besar kebangsaan.
Tujuh arah khidmat itu ditetapkan bersamaan dengan pelantikan PCNU Tangsel periode 2026-2031 dengan pembacaan baiat yang dipimpin langsung oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.
"Kami ingin menyatukan tekad dan komitmen untuk berkhidmah di PCNU Kota Tangerang Selatan,” kata KH Abdullah Mas’ud (Gus Mas’ud) sebagai Ketua Tanfidziyah dalam sambutan perdananya usai dilantik di Graha Aswaja II, Kota Tangsel, Minggu.
Menurut Gus Mas’ud, memasuki abad kedua NU, para kader NU tidak boleh berhenti hanya menjadi pengguna perubahan melainkan menjadi pencipta perubahan.
“Kami tidak cukup menjadi user. Kami harus menjadi creator, innovator, dan problem solver,” tutur Gus Mas’ud.
Karena itu, PCNU Tangsel telah membuat arah khidmat 2026-2031 yang bertumpu pada tiga agenda besar, yakni menguatkan jamiyah, memberdayakan jamaah dan membangun peradaban bangsa.
Untuk penguatan jamiyah, Gus Mas’ud menekankan NU yang besar membutuhkan organisasi yang kuat sehingga konsolidasi organisasi menjadi agenda prioritas.
"Kami ingin membangun PCNU Tangsel menjadi organisasi yang modern, profesional, transparan, akuntabel, tetapi tetap berakar kuat pada tradisi pesantren dan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. Modernitas tidak boleh membuat NU kehilangan ruhnya,” kata dia.
Kedua, untuk pemberdayaan jamaah, kekuatan organisasi dinilai harus dirasakan oleh jamaah sehingga ukuran keberhasilan PCNU bukan berapa banyak kegiatan seremonial, melainkan kemampuan untuk membuat kehidupan jamaah menjadi lebih baik.
Ketiga, dalam membangun kemandirian ekonomi, Gus Mas’ud menilai jamiyah yang besar harus memiliki kemandirian.
“Karena itu, lima tahun ke depan, kami harus serius membangun ekosistem ekonomi NU Tangerang Selatan. Kami harus menghubungkan pengusaha NU, profesional, UMKM, pesantren, koperasi, lembaga keuangan syariah, filantropi, wakaf produktif, dan potensi ekonomi jamaah,” urai Gus Mas'ud.
Arah khidmat selanjutnya adalah revolusi pendidikan dan SDM karena abad kedua NU akan ditentukan oleh kualitas manusianya.
"Kami ingin anak-anak NU tidak hanya menjadi penonton perubahan. Mereka harus hadir di kampus-kampus terbaik,” kata dia.
Adapun khidmat selanjutnya, antara lain transformasi digital, memperkuat pesantren, dakwah dan aswaja, serta menjadikan NU sebagai rumah besar kebangsaan.
“Pesantren harus tetap menjadi jantung peradaban NU. Majelis taklim harus hidup. Lailatul Ijtima’ harus kuat. Tradisi keagamaan harus diwariskan. Sanad keilmuan harus dijaga. Aswaja An-Nahdliyah harus terus ditanamkan kepada generasi muda,” katanya.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan NU sebagai ormas keagamaan terbesar telah memberikan kontribusi, tidak hanya sebagai penjaga Islam tapi juga menjaga kebangsaan dan harmoni.
"Pemkot meyakini pembangunan tak hanya fisik tapi juga karakter masyarakat, SDM dan spiritual masyarakat. Kami harap sinergi akan terjalin erat dalam berbagai program pembangunan pendidikan kesehatan, pembinaan generasi muda dan kemasyarakatan,” kata dia.
Baca juga: PBNU percepat konsolidasi PWNU dan PCNU jelang Muktamar ke-35
Baca juga: Forum Rois Syuriyah PCNU se-Jatim usul Muktamar ke-35 di Lirboyo
Baca juga: Anggota DPR RI: Sinergi kader NU dan pemerintah penting
Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































