Rekosistem perkuat ekonomi sirkular lewat skema poin dan mitra pabrik

6 days ago 5

Jakarta (ANTARA) - Platform Rekosistem memperkuat ekosistem ekonomi sirkular melalui skema insentif poin bagi masyarakat dan kemitraan dengan puluhan pabrik daur ulang.

“Satu poin setara dengan satu rupiah. Ini menjadi insentif agar masyarakat mau memilah sampah dari rumah,” kata Chief Operating Officer dan Co-Founder Rekosistem, Joshua Valentino dalam peresmian waste station di Stasiun MRT Blok M Jakarta, Jumat.

Joshua menjelaskan sistem yang diterapkan memungkinkan masyarakat menukarkan sampah terpilah menjadi poin yang dapat dikonversi menjadi nilai ekonomi.

Selain itu, Rekosistem juga telah bekerja sama dengan sekitar 20 hingga 30 pabrik daur ulang untuk memastikan sampah yang terkumpul dapat diproses menjadi bahan baku industri.

“Peran kami adalah memastikan sampah dipilah sesuai spesifikasi agar bisa masuk ke proses daur ulang di pabrik,” ujarnya.

Seiring meningkatnya partisipasi masyarakat, volume sampah yang dikelola juga mengalami kenaikan. Dari sebelumnya sekitar 1-2 ton per bulan, kini meningkat menjadi rata-rata 3-5 ton per bulan di sejumlah lokasi.

Maka itu, dari sisi mitra, perwakilan MR.DIY menyebut skema ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan, termasuk pengelolaan limbah dan penguatan ekosistem daur ulang.

“Kolaborasi ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga bagaimana menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,” kata Chief Financial Officer MR.D.I.Y. Indonesia, Rika Juniaty Tanzil.

Sementara itu, Pandawara Group menilai pendekatan berbasis insentif dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Kalau ada nilai ekonominya, masyarakat akan lebih terdorong untuk memilah sampah. Ini langkah yang baik untuk mendorong perubahan perilaku,” ucap Co-Founder Pandawara Group, Muchamad Ikhsan Destian.

Rekosistem juga menilai keberadaan teknologi pengolahan lain seperti waste-to-energy tidak menjadi ancaman, melainkan pelengkap dalam sistem pengelolaan sampah nasional, terutama untuk menangani residu yang tidak dapat didaur ulang.

Adapun jenis sampah yang diterima Rekosistem yakni minyak bekas, botol plastik, plastik lunak, plastik keras, elektronik bekas, logam, beling, kertas, dan kardus. Setiap sampah itu dihargai 100 hingga 6.000 poin yang bisa ditukarkan dengan uang digital.

Baca juga: "Waste station" hadir di MRT Blok M, ajak warga pilah sampah di ruang publik

Baca juga: ALVAboard kolaborasi Rekosistem untuk perkuat skema daur ulang

Baca juga: AQUA-Rekosistem perkuat ekosistem pengumpulan dan daur ulang sampah

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |