Kemenkes: Konsorsium 1.000 HPK pastikan awal terbaik bagi anak

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan Konsorsium 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk memastikan setiap anak mendapatkan awal kehidupan terbaik sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa hal itu dilakukan mengingat sebanyak 84 juta anak Indonesia saat ini diprediksi akan menjadi tumpuan bangsa saat Indonesia mencapai usia satu abad pada 2045 mendatang.

"Target saya, dari 4.000 kematian ibu per tahun harus turun di bawah 400. Dari 30.000 kematian bayi per tahun, harus turun di bawah 3.000. Begitu pula angka stunting, harus turun di bawah 7 persen. Kita tidak bisa kerja biasa-biasa saja sementara ini berkaitan dengan nyawa dan masa depan anak-anak kita," katanya.

Untuk mencapai target tersebut, dia meminta seluruh intervensi agar dilakukan secara spesifik dan berbasis data. Fokus utama pemerintah diarahkan pada pencegahan gangguan kehamilan dan persalinan, seperti penanganan tekanan darah tinggi pada ibu hamil (pre eklampsia) serta masalah pernapasan dan infeksi pada bayi baru lahir (sepsis).

Baca juga: Kemenko PMK: 1.000 HPK berpengaruh ciptakan kualitas SDM berkelanjutan

"Langkah konkret yang dilakukan mulai dari mewajibkan pemeriksaan kehamilan minimal 8 kali dan mendistribusikan 10.000 alat USG ke seluruh puskesmas untuk deteksi dini," katanya.

Selain itu, pemerintah juga sedang menyiapkan regulasi untuk memproduksi suplemen multivitamin dan mineral (MMS) di dalam negeri guna mencukupi gizi ibu hamil. Upaya penguatan layanan ini telah mulai diuji coba di 9 rumah sakit daerah serta 36 puskesmas di wilayah Bogor, Bandung, dan Garut.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi mengatakan bahwa Indonesia menunjukkan kemajuan dalam penanganan stunting dengan meningkatnya jumlah indikator kesehatan yang berhasil dicapai dari 3 poin pada 2024 menjadi 8 poin pada 2025.

"Fokus pemerintah adalah memastikan bayi tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga tumbuh dengan gemilang melalui pemantauan gizi dan stimulasi yang tepat," kata Endang.

Baca juga: Kepala BKKBN tekankan pentingnya asupan berkualitas di 1.000 HPK

Konsorsium 1.000 HPK hadir untuk menyatukan langkah antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, hingga organisasi masyarakat yang selama ini sering berjalan sendiri-sendiri. Kerja sama ini, katanya, diharapkan dapat menghilangkan tumpang tindih program melalui empat kelompok kerja yang memantau fase sebelum hamil hingga anak berusia dua tahun.

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |