Pertumbuhan penyerapan tenaga kerja di Singapura melambat pada Q1 2026

2 hours ago 2

Singapura (ANTARA) - Total penyerapan tenaga kerja di Singapura meningkat 5.000 pada kuartal pertama (Q1) 2026, naik dari 2.300 yang tercatat setahun sebelumnya, tetapi jauh lebih rendah dari 17.700 yang tercatat pada kuartal sebelumnya.

Hal ini mencerminkan faktor musiman dan basis perbandingan yang tinggi, alih-alih lemahnya pasar tenaga kerja secara luas, tunjuk data resmi yang dirilis pada Kamis (30/4).

Kementerian Tenaga Kerja Singapura mengungkapkan dalam sebuah pernyataan bahwa perekrutan terpengaruh oleh perlambatan yang lazim terjadi selama periode Tahun Baru Imlek, khususnya di sektor konstruksi.

Baik penyerapan tenaga kerja di kelompok penduduk maupun nonpenduduk mengalami peningkatan. Penyerapan tenaga kerja penduduk terkonsentrasi di sektor transportasi dan penyimpanan serta layanan administrasi dan pendukung, sementara pertumbuhan tenaga kerja nonpenduduk terus didorong oleh sektor konstruksi, meskipun dengan laju yang lebih lambat.

Sementara itu, tingkat pengangguran di negara tersebut naik tipis pada Maret menjadi 2,1 persen secara keseluruhan, dengan penganggur dari kelompok penduduk tercatat di angka 2,9 persen dan penganggur dari kalangan warga negara tercatat sebanyak 3,1 persen. Namun, angka-angka tersebut secara umum stabil dibandingkan dengan level Desember.

Pengurangan tenaga kerja di Singapura tetap rendah dan tidak berubah, yaitu 1,5 per 1.000 karyawan pada Q1 2026, dengan 3.700 pemutusan hubungan kerja (PHK) tercatat. Sebagian besar PHK disebabkan oleh restrukturisasi bisnis.

"Ke depannya pada kuartal kedua, kami memperkirakan pasar tenaga kerja akan tetap ketat dan terus berkembang," menurut kementerian tersebut.

Namun, pihak kementerian mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan diperkirakan akan berhati-hati dalam perekrutan dan rencana upah mereka di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi akibat ketegangan geopolitik.

Pihak kementerian juga menyebutkan bahwa persentase perusahaan yang berencana merekrut karyawan turun menjadi 44,6 persen pada Maret, dari 54,6 persen pada Februari, sementara ekspektasi kenaikan upah juga menurun dari 39,3 persen menjadi 25,4 persen pada periode yang sama. Hal itu menunjukkan laju perekrutan yang lebih moderat.

"Meskipun terdapat tanda-tanda awal stabilisasi pada April, ekspektasi masih berada di bawah level prakrisis pada Februari. Hal ini mengindikasikan laju perekrutan yang lebih moderat, dengan potensi pelemahan jika kondisi eksternal memburuk," imbuh kementerian itu.

Pewarta: Xinhua
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |