Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan revitalisasi madrasah memperkuat infrastruktur pendidikan keagamaan karena menciptakan fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman untuk proses belajar mengajar yang berkualitas.
“Lingkungan belajar yang aman dan nyaman sangat berpengaruh terhadap konsentrasi, kesehatan, serta semangat belajar siswa. Melalui revitalisasi madrasah ini, Kementerian PU ingin memastikan anak-anak Indonesia dapat belajar di ruang yang layak dan bermutu,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Pemerintah terus mempercepat peningkatan infrastruktur pendidikan keagamaan dengan merevitalisasi madrasah, salah satunya di MTsN 1 Kota Bogor, Jawa Barat.
"Melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Madrasah, revitalisasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi dapat mewujudkan proses belajar-mengajar semakin nyaman, aman, dan mendukung kualitas pendidikan," katanya.
Program yang digarap oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ini diharapkan dapat menyiapkan generasi masa depan yang akademis dan berakhlak.
Baca juga: Menko PMK tinjau progres revitalisasi MTs Negeri Kota Bogor
Baca juga: PU revitalisasi tiga madrasah di Papua Barat dan Papua Barat Daya
Proyek revitalisasi MTsN 1 Kota Bogor ini dilaksanakan selama 210 hari sejak 24 November 2025 dengan nilai pekerjaan sebesar Rp5,5 miliar.
Dalam revitalisasi tersebut dilakukan berbagai pekerjaan untuk meningkatkan kualitas bangunan dan fasilitas sekolah, mulai dari pembangunan toilet baru, perbaikan rangka dan penutup atap, renovasi dinding, plafon, lantai, hingga pembaruan kusen pintu dan jendela.
Tak hanya itu, proyek ini juga mencakup pemasangan instalasi listrik dan lampu yang lebih baik serta pengadaan mebel untuk mendukung kenyamanan aktivitas belajar mengajar.
Dari lima massa bangunan yang direvitalisasi, empat di antaranya telah rampung dan digunakan untuk kegiatan belajar. Sementara satu bangunan lainnya, yakni Massa D, tengah memasuki tahap penyelesaian pekerjaan interior dan toilet dan ditargetkan selesai sebelum masa kontrak berakhir.
Program revitalisasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 yang menugaskan Kementerian PU untuk mendukung pembangunan prasarana pendidikan di bawah Kementerian Agama.
Sepanjang tahun 2025, Kementerian PU telah menyelesaikan rehabilitasi dan renovasi 548 madrasah yang tersebar di 26 provinsi.
Sementara itu, pada tahun 2026, pemerintah tengah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 856 madrasah di 27 provinsi, terdiri dari 13 proyek skema Single Year Contract (SYC) dan 843 proyek Multi Years Contract (MYC) 2025–2026.
Hingga saat ini, sebanyak 44 madrasah di lima provinsi telah selesai dibangun dan siap mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di Indonesia.
Baca juga: Kepala KSP: 1.408 madrasah masuk program revitalisasi tahun ini
Baca juga: Kemenag percepat revitalisasi gedung dan sarana madrasah
Baca juga: Baznas revitalisasi seribu madrasah lewat Madrasah Layak Belajar
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































