Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Kementerian Pariwisata Nia Niscaya menyampaikan bahwa program "Peningkatan Keselamatan Berwisata" difokuskan untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang aman, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
"Kementerian Pariwisata menempatkan program Peningkatan Keselamatan Berwisata sebagai satu di antara lima program unggulan 2026," kata Nia kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Nia mengatakan mewujudkan ekosistem pariwisata yang aman dan berkelanjutan itu dilakukan dengan melakukan kegiatan upskilling dan reskilling untuk pemandu wisata meningkatkan kesiapsiagaan dalam pelaksanaan wisata ekstrem.
Dalam hal ini, Kementerian Pariwisata menggelar sejumlah kegiatan seperti pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi pemandu wisata, pemberian edukasi bagi wisatawan, penyusunan pedoman dan modul keselamatan bagi pelaku usaha, pemetaan destinasi rawan bencana, serta penyesuaian regulasi live on-board.
Baca juga: Kemenpar soroti Blok M mulai jadi destinasi favorit wisatawan asing
Baca juga: Wisata kuliner jadi alasan 58 persen wisman kunjungi Indonesia
Kementerian Pariwisata juga melakukan penguatan tata kelola destinasi melalui penyelesaian isu-isu 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) serta meningkatnya standar keselamatan di destinasi pariwisata dengan instansi/lembaga terkait, pemerintah daerah, pelaku dan stakeholder pariwisata.
Sebagai penguatan, ia membeberkan pada tahun 2025 Kementerian Pariwisata melalui Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur telah menerbitkan Petunjuk Teknis Nomor JUKNIS/2/HK.01.04/D.2/2025 tentang Implementasi Manajemen Risiko di Destinasi Pariwisata.
Juknis ini menjadi acuan bagi pengelola destinasi untuk melakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko, mitigasi, pemantauan, serta pelaporan secara sistematis.
"Dengan demikian, penguatan keselamatan berwisata diarahkan tidak hanya pada penanganan saat insiden terjadi, tetapi juga pada pencegahan sejak awal melalui pemetaan risiko, kesiapan SDM, sarana keselamatan, prosedur kedaruratan, dan evaluasi berkala pada unsur Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas," ucap Nia.
Sebelumnya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana juga sudah menjelaskan bahwa program peningkatan keselamatan berwisata diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan pelaku pariwisata, khususnya pada aktivitas wisata berisiko tinggi atau wisata ekstrem.
Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan dan sertifikasi berbasis kompetensi bagi pemandu wisata guna meningkatkan kemampuan pencegahan dan penanganan awal situasi darurat.
Program unggulan Kementerian Pariwisata lainnya yang dijalankan pada tahun ini adalah pengembangan desa wisata, pariwisata berkualitas, Event by Indonesia, serta Tourism 5.0 yang pada 2026 difokuskan pada penguatan digitalisasi, khususnya perizinan penyelenggaraan kegiatan.
Baca juga: Kemenpar mendorong pengelola Bromo perketat SOP untuk cegah kebakaran
Baca juga: Program keselamatan berwisata dinilai relevan perkuat keamanan Bromo
Baca juga: Kemenpar tekankan pentingnya keselamatan dalam kembangkan pariwisata
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































