Politikus AfD: Tekanan AS hambat bisnis Jerman di Rusia

2 weeks ago 20

St. Petersburg (ANTARA) - Tekanan dari Amerika Serikat (AS) disebut menjadi faktor utama yang menghambat perusahaan-perusahaan Jerman untuk kembali berbisnis dengan Rusia, demikian menurut anggota Bundestag (parlemen Jerman) dari partai oposisi Alternative for Germany (AfD), Steffen Kotre, di sela-sela St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026.

Menurut Kotre, banyak perusahaan Jerman sebenarnya masih memiliki minat untuk kembali memasuki pasar Rusia. Namun, mereka menghadapi risiko kehilangan akses ke pasar Amerika Serikat apabila menjalin kembali hubungan bisnis dengan Moskow.

"Saya percaya perusahaan-perusahaan Jerman akan kembali berbisnis dengan Rusia jika mereka bisa. Namun mereka tidak diizinkan melakukannya, sehingga mereka lebih memilih bekerja sama dengan negara lain, terutama Amerika Serikat," kata Kotre kepada RIA Novosti di arena SPIEF.

"Tekanan tersebut datang secara khusus dari Amerika Serikat. Logikanya adalah, jika Anda berbisnis dengan Rusia, Anda berisiko kehilangan kesempatan untuk berbisnis dengan kami. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan Jerman secara alami lebih berfokus pada pasar Amerika," kata Kotre menambahkan.

Ia menilai dampak dari kebijakan tersebut sangat serius bagi perekonomian Jerman. Selain kehilangan peluang bisnis di Rusia, industri Jerman juga menghadapi tekanan akibat tingginya harga energi.

Menurut Kotre, lonjakan biaya energi yang dipicu oleh apa yang ia sebut sebagai "transisi energi yang keliru" serta terhentinya pasokan energi dari Rusia telah mendorong proses deindustrialisasi di Jerman.

Pandangan serupa sebelumnya juga disampaikan Ketua Russian-German Chamber of Commerce, Matthias Schepp. Dalam forum yang sama, Schepp mengatakan bahwa kalangan bisnis Jerman tidak berniat meninggalkan Rusia dan menyerahkan pasar negara itu sepenuhnya kepada China maupun negara-negara Asia lainnya.

Di sisi lain, pemerintah Rusia berulang kali menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan Barat yang ingin kembali beroperasi di Rusia tidak akan memperoleh perlakuan istimewa. Mereka harus bersaing dengan pelaku usaha lain berdasarkan mekanisme pasar yang kompetitif.

SPIEF 2026 berlangsung pada 3–6 Juni 2026 di St. Petersburg. RIA Novosti bertindak sebagai mitra informasi utama forum tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: Permintaan mobil listrik bekas di Jerman melonjak pada 2026

Baca juga: Sanksi UE ganggu pasokan cip, industri otomotif Jerman kesulitan

Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |