Badung, Bali (ANTARA) - Kepolisian Daerah Bali memprediksi puncak arus balik Lebaran dari Pulau Jawa menuju Bali akan terjadi dalam dua gelombang seiring dengan kebijakan pemerintah terkait penerapan sistem kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA).
Kepala Biro Operasi Polda Bali Komisaris Besar Polisi Soelistijono di Badung, Selasa, mengatakan gelombang pertama diperkirakan terjadi pada 24-25, sedangkan gelombang kedua pada 27-28 yang juga menjadi puncak kepadatan arus balik.
"Ya kalau prediksi sesuai dengan tadi disampaikan oleh Bapak Kapolri itu di tanggal 27-28. Itu merupakan puncak terkait dengan kepadatan. Namun, demikian dari sekarang, karena ada dua tahap. Tahap pertama itu adalah diperkirakan tanggal 24-25, kemudian tahap kedua itu di tanggal 27-28," kata katanya.
Soelist menjelaskan pengalaman pada arus mudik sebelumnya menunjukkan adanya penumpukan kendaraan hingga antrean mencapai sekitar 30 kilometer.
Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi, khususnya terkait kapasitas angkut penyeberangan di pelabuhan.
Polda Bali telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk ASDP di Gilimanuk dan Ketapang, untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan. Sejumlah personel juga telah disiagakan di titik-titik rawan kemacetan, terutama di jalur dari Gilimanuk menuju Tabanan dan Buleleng.
Selain itu, berbagai skenario penanganan telah disiapkan, di antaranya penempatan petugas di simpul-simpul jalan, serta penyediaan sarana pendukung seperti mobil derek, ambulans, dan pemadam kebakaran guna mempercepat penanganan jika terjadi gangguan lalu lintas.
Soelistijono menambahkan, pada arus balik kali ini kepadatan diperkirakan lebih terkonsentrasi di Pelabuhan Ketapang.
"Kalau di Gilimanuk itu arus balik itu saya kira tidak terlalu mengkhawatirkan seperti kita arus mudik kemarin, karena kalau sekarang ini arus balik, secara otomatis nanti terjadi penumpukan itu di Ketapang," katanya.
Meski demikian, pihaknya tetap melakukan langkah antisipasi di wilayah Bali untuk mencegah kemacetan meluas.
Ia juga menyoroti tingginya volume kendaraan saat arus mudik yang melampaui kapasitas, hingga seluruh kantong parkir, buffer zone, dan sistem penundaan (delay system) yang disiapkan di wilayah Gilimanuk, Melaya, dan Negara terpakai secara maksimal.
Untuk ke depan, pihaknya merekomendasikan penambahan kapal berkapasitas besar guna meningkatkan daya angkut kendaraan, sehingga proses penyeberangan dapat berjalan lebih cepat dan mengurangi potensi penumpukan.
Baca juga: Polres Cianjur lakukan sistem satu arah lebih cepat pada H+4 lebaran
Baca juga: Rekayasa lalu lintas one way nasional arus balik diberlakukan
Pewarta: Rolandus Nampu
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































