Karachi/Istanbul (ANTARA) - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Minggu (8/2) menyerukan pembahasan revisi Konstitusi Jepang yang menolak perang, menyusul kemenangan besar partainya dalam pemilihan umum.
Partai Demokrat Liberal (LDP) mengamankan sedikitnya dua pertiga kursi di majelis rendah yang beranggotakan 465 orang, meningkat dari 198 kursi sebelum pemilu dan melampaui ambang mayoritas 233 kursi, menurut proyeksi Kyodo News. Lebih dari 1.270 kandidat bersaing memperebutkan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Jepang.
Capaian tersebut menjadikan LDP sebagai partai pertama di era pascaperang yang menguasai dua pertiga kursi majelis rendah sejak Perang Dunia II.
Takaichi mengatakan tidak berencana melakukan perubahan besar dalam kabinetnya. Ia kembali mendorong debat revisi Konstitusi Jepang yang diadopsi setelah Perang Dunia II dan menetapkan kebijakan keamanan yang berorientasi semata-mata pada pertahanan.
Takaichi juga menyambut dukungan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang menyatakan dukungannya sebelum pemungutan suara.
“Potensi aliansi AS-Jepang tidak terbatas,” tulis Takaichi di platform media sosial X dan menambahkan bahwa "aliansi dan persahabatan dengan Amerika Serikat dibangun atas dasar kepercayaan yang mendalam serta kerja sama yang erat dan kuat".
Sementara itu, hasil pemilu menjadi pukulan bagi aliansi oposisi utama yang baru dibentuk, Aliansi Reformasi Sentris/Centrist Reform Alliance (CRA). Dua pemimpin bersamanya, Yoshihiko Noda dan Tetsuo Saito, memberi isyarat akan mengundurkan diri setelah perolehan kursi aliansi tersebut terpangkas setengah dari 167 kursi sebelum pemilu.
Aliansi itu dibentuk pada Januari dengan menyatukan anggota majelis rendah dari Partai Demokrat Konstitusional Jepang (CDPJ) dan Partai Komeito, yang mengakhiri koalisi selama 26 tahun dengan LDP pada Oktober lalu.
Pemungutan suara dimulai pukul 07.00 waktu setempat (05:00 WIB) dan berakhir pukul 20.00 (18:00 WIB). Lebih dari 104 juta pemilih terdaftar berhak memberikan suara dalam pesta demokrasi tersebut.
Pemungutan suara awal berlangsung dari 28 Januari hingga 7 Februari, dengan lebih dari 20 juta pemilih menggunakan hak pilihnya.
Menurut Jiji Press, tingkat partisipasi pemilih dalam pemilu ini diperkirakan sekitar 55,68 persen.
Dari 465 kursi di DPR Jepang, 289 di antaranya adalah mewakili daerah pemilihan, sementara 176 kursi sisanya dialokasikan secara proporsional menurut raihan suara partai di 11 blok perwakilan tingkat nasional.
DPR jepang, yang merupakan majelis rendah di Parlemen Jepang dibubarkan bulan lalu oleh Takaichi untuk memperoleh mandat publik yang baru.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Pemilu berlangsung di Jepang, PM Takaichi ingin dapat mandat
Baca juga: Hujan salju lebat diperkirakan landa Jepang saat Pemilu
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































