PLN sampaikan hari operasi pembangkit gas dan batu bara terjaga

2 weeks ago 6
HOP atau hari operasi untuk cadangan gas ini rata-rata sekitar 12 hari. Artinya, secara umum, pengiriman LNG sudah terjadwal dan secara umum tidak ada kendala,

Jakarta (ANTARA) - PT PLN (Persero) menyampaikan bahwa sampai dengan April 2026, hari operasi pembangkit (HOP) gas maupun batu bara terjaga di tengah gejolak geopolitik akibat perang antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

“HOP atau hari operasi untuk cadangan gas ini rata-rata sekitar 12 hari. Artinya, secara umum, pengiriman LNG sudah terjadwal dan secara umum tidak ada kendala,” ujar Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin.

Darmawan menyampaikan harga gas berkorelasi dengan harga minyak dunia. Saat ini, lanjut dia, harga LNG di spot market sekitar 19–20 dolar AS per mmBtu.

“Barangnya tidak ada pula karena di Qatar ada 5 juta ton per tahun hilang produksinya dan butuh 5 tahun untuk pemulihannya,” ucapnya.

Baca juga: PLN akan eliminasi 2.139 mesin pembangkit listrik tenaga diesel

Dia menyampaikan akan berat bagi PLN bila harus mengimpor LNG. Oleh karena itu, ia bersyukur PLN mendapatkan alokasi gas dari negara yang harganya sudah dikunci.

“Untuk hari ini, Alhamdulillah alokasi dari pemerintah cukup, sehingga kami tidak perlu impor LNG,” ucap Darmawan.

Lebih lanjut, untuk HOP batu bara nasional juga terjaga pada level 15,9 hari operasi. Menurut dia, terjaganya HOP batu bara mencerminkan pasokan batu bara yang aman.

“Untuk itu, kami juga mengapresiasi dukungan Kementerian ESDM agar tren HOP batu bara terus menunjukkan peningkatan. Ini tentu saja dalam rangka memperkuat keandalan pasokan listrik nasional,” kata Darmawan.

Baca juga: Bahlil perintahkan PLN bangun pembangkit RUPTL guna dongkrak investasi

Terkait dengan realisasi kondisi sistem kelistrikan nasional sampai dengan Maret 2026, dia mengatakan, sistem kelistrikan dalam kondisi normal dengan daya mampu netto mencapai 71,15 GW dan reserve margin (RM) sebesar 39 persen.

RM adalah selisih antara total kapasitas pembangkit listrik terpasang dengan beban puncak pemakaian listrik.

“Pasokan listrik nasional dalam kondisi yang andal, dan ini sangat penting untuk mendukung kesinambungan pertumbuhan ekonomi dan juga kebutuhan masyarakat,” ujar Darmawan.

Baca juga: PLN IP siapkan 268 pembangkit 30,2 GW untuk dukung transisi energi

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |