Permintaan sektor kelistrikan dongkrak HPE konsentrat tembaga

4 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut kenaikan harga patokan ekspor (HPE) komoditas konsentrat tembaga disebabkan oleh meningkatnya permintaan dunia untuk kebutuhan kelistrikan di paruh kedua Maret 2026.

Dalam keterangan di Jakarta, Senin, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana mengatakan HPE konsentrat tembaga ditetapkan sebesar 6.792,97 dolar AS per Wet Metrik Ton (WMT) untuk periode kedua Maret 2026. HPE tersebut naik sebesar 1,63 persen dibandingkan periode pertama Maret 2026 yang sebesar 6.684,18 dolar AS per WMT.

Sementara HPE emas turut mengalami kenaikan menjadi 165.118,45 dolar AS per kilogram dari 161.568,53 dolar AS per kilogram. Harga Referensi (HR) emas juga naik menjadi 5.135,76 dolar AS per troy ounce (t oz) dari 5.025,35 dolar AS per t oz.

"Kenaikan HPE konsentrat tembaga pada periode kedua Maret 2026 terjadi karena meningkatnya permintaan dunia terhadap tembaga, terutama dari sektor kelistrikan, manufaktur, dan teknologi," kata Tommy.

Penetapan HPE dan HR dituangkan dalam Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 422 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar.
Kepmendag tersebut berlaku untuk 15-31 Maret 2026.

Ia menambahkan, naiknya harga mineral penyusun konsentrat tembaga menjadi dasar penghitungan HPE konsentrat tembaga periode kedua Maret 2026. Sepanjang periode pengumpulan data, tercatat harga tembaga naik
0,62 persen, emas naik 2,20 persen, dan perak naik 5,76 persen.

"Kemudian untuk emas, kenaikan HPE dan HR disebabkan oleh meningkatnya permintaan logam mulia yang untuk kebutuhan industri dan investasi," ujar Tommy.

HPE dan HR ditetapkan berdasarkan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Masukan tersebut merujuk pada data London Metal Exchange (LME) untuk tembaga dan London Bullion Market Association (LBMA) untuk emas dan perak.

Penetapan HPE dan HR dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kemendag, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.

Baca juga: Izin Freeport diperpanjang, Bahlil: Untuk eksplorasi cadangan baru

Baca juga: HPE emas naik didorong aksi pembelian bank sentral global

Baca juga: Tembaga dominasi nilai ekspor NTB pada Januari 2026

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |