Jakarta (ANTARA) - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai pergerakan rupiah dipengaruhi sinyal sikap yang hawkish dari Federal Reserve (The Fed).
“The Fed menaikkan Fed Funds Rate (FFR) sebesar 25 bps (basis points) menjadi 3,75–4,00 persen dan memberikan sinyal stance yang hawkish ke depan,” ungkapnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Mengutip Xinhua, ringkasan proyeksi ekonomi yang diperbarui oleh para peserta Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat Fed memperkirakan suku bunga kebijakan akan naik ke kisaran 4 persen dan 4,25 persen pada akhir tahun 2026.
Hal ini disebabkan mereka berupaya memerangi inflasi yang terus-menerus didorong oleh guncangan pasokan dan tekanan geopolitik.
The Fed sendiri masih memiliki dua pertemuan lagi yang dijadwalkan pada tahun ini, yakni pada akhir Oktober 2026 dan awal Desember 2026.
Baca juga: Rupiah pada Jumat pagi menguat jadi Rp17.743 per dolar AS
Di samping itu, dolar AS juga cenderung stabil seiring meredanya sentimen pasar setelah hasil pertemuan FOMC September 2026. Melihat dari sisi geopolitik, harga minyak mengalami penurunan seiring meningkatnya harapan bahwa Arab Saudi dapat memulihkan kembali aliran energi melalui East-West pipeline.
Anadolu melaporkan bahwa Menteri Energi AS Chris Wrigh menyampaikan pipa minyak mentah utama Timur-Barat Arab Saudi diperkirakan akan kembali beroperasi segera. Saluran pipa tersebut ditutup akhir pekan lalu setelah rusak akibat serangan pesawat tak berawak yang berasal dari Irak.
Riyadh telah menggunakan pipa tersebut untuk mengalihkan ekspor minyak mentah ke Laut Merah di tengah perebutan kendali AS-Iran di Selat Hormuz.
Meskipun jalur pipa tersebut masih sedang ditutup untuk sementara waktu, Arab Saudi mengalihkan rute beberapa pengiriman minyak melalui Hormuz dengan dukungan dari militer AS, menurut Wright.
“Hari ini, kami memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp17.700–Rp17.850 per dolar AS,” kata Josua.
Baca juga: Rupiah Kamis ditutup melemah seiring keputusan Fed naikkan FFR
Baca juga: Pergerakan rupiah Kamis dipengaruhi perkembangan kebijakan moneter AS
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































