Penyelamatan naskah Nusantara Indonesia tingkatkan kecakapan literasi

2 weeks ago 6

Jakarta (ANTARA) - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) terus meningkatkan layanan penyelamatan naskah Nusantara sebagai upaya untuk meningkatkan kecakapan literasi bangsa sebagai komitmen untuk menyukseskan kebijakan strategis nasional

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas Adin Bondar dalam konferensi pers di Jakarta, Senin menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk terus merawat pustaka naskah Nusantara di tengah kebijakan efisiensi.

"Merawat pustaka itu turunan dari kebijakan strategis nasional. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), terdapat program prioritas penguatan budaya baca dan kecakapan literasi sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia, serta program pemajuan budaya melalui revitalisasi manuskrip. Kedua program tersebut menjadi dasar penyusunan rencana strategis Perpustakaan Nasional 2025–2029," katanya.

Adin menjelaskan, dalam rencana strategis tersebut terdapat tiga arah kebijakan utama, pertama, penguatan budaya baca dan kecakapan literasi melalui berbagai program seperti relawan literasi masyarakat; bantuan bacaan bermutu hingga ke desa, serta transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Kedua, standardisasi dan akreditasi perpustakaan agar memenuhi standar nasional, termasuk melalui bantuan koleksi, pelatihan tenaga perpustakaan, serta pembangunan dan renovasi fasilitas; dan ketiga, pengarusutamaan naskah Nusantara melalui upaya pelestarian bahan perpustakaan sebagai bagian dari khazanah intelektual bangsa.

Baca juga: Respons keluhan terkait iPusnas, Perpusnas lakukan pemulihan bertahap

"Upaya pelestarian naskah Nusantara dilakukan karena banyak naskah berharga masih berada di masyarakat, seperti di keraton, pesantren, lembaga pendidikan, dan lembaga riset. Kondisi naskah tersebut sebagian besar sudah rentan rusak akibat penyimpanan yang tidak ideal dan penggunaan yang tinggi," ucap Adin.

Oleh karena itu, Perpusnas terus melakukan pelestarian berbasis komunitas melalui pelatihan konservasi serta digitalisasi naskah untuk memastikan keberlanjutan akses dan perlindungan nilai informasinya.

Perpusnas juga mencatat sejumlah naskah sebagai bagian dari ingatan kolektif nasional. Hingga saat ini, terdapat sekitar 20 naskah yang telah didaftarkan, dan jumlah tersebut akan terus ditambah. Upaya ini dilakukan karena naskah-naskah tersebut dinilai memiliki nilai sejarah dan literasi yang penting sebagai bukti tradisi intelektual bangsa.

Dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 yang akan diperingati pada 17 Mei 2026 mendatang, Perpusnas mengusung tema “Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa" yang dipilih karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya.

"Naskah-naskah kuno dipandang sebagai sumber nilai kearifan yang perlu dijaga, dilestarikan, dan dimanfaatkan untuk pembangunan masa depan. Dengan demikian, fokus pada perawatan pustaka diharapkan mampu memperkuat identitas dan martabat bangsa melalui literasi," tutur Adin.

Perpusnas juga terus mendorong penguatan ekosistem literasi melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, dunia pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Baca juga: Kunjungi perpustakaan Sekolah Rakyat, Presiden apresiasi Perpusnas

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |