Penjaga perdamaian PBB serukan penghentian permusuhan di Kongo

1 month ago 16

Hamilton (ANTARA) - Kepala pasukan penjaga perdamaian PBB Jean-Pierre Lacroix kembali menyerukan penghentian permusuhan segera di Republik Demokratik Kongo untuk menghindari risiko krisis kemanusiaan yang lebih luas.

Dalam konferensi pers virtual, Senin (27/1), Lacroix memperingatkan tentang risiko krisis kemanusiaan yang lebih luas seiring dengan eskalasi konflik di Kongo seraya menekankan dampaknya terhadap penduduk sipil di wilayah yang sudah menghadapi krisis kemanusiaan itu.

Pemberontak M23, Ahad, menutup wilayah udara di atas Goma dengan dalih bahwa pasukan koalisi yang mendukung rezim Kinshasa di Kongo tengah memuat bom di bandara tersebut.

Kelompok M23, yang diduga didukung oleh Rwanda, telah mengintensifkan serangannya di Kongo timur. Mereka merebut kota-kota penting dan bergerak menuju Goma, ibu kota Provinsi Kivu Utara.

Presiden Rwanda Paul Kagame telah berulang kali membantah tuduhan bahwa pihaknya mendukung para pemberontak tersebut.

Media setempat memberitakan bahwa Kongo telah memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Rwanda setelah eskalasi baru-baru ini yang menyebabkan setidaknya 13 personel pasukan penjaga perdamaian dan tentara asing tewas serta ribuan warga sipil mengungsi.

“Kami juga ingin menghindari risiko perang yang lebih luas,” kata Lacroix sembari menyampaikan belasungkawa atas gugurnya prajurit pasukan penjaga perdamaian PBB di sana.

Saat pemberontak M23 mengklaim telah menguasai Goma, Senin pagi, Lacroix mengatakan nasib jutaan warga sipil yang tinggal di Goma atau yang telah mengungsi benar-benar menjadi prioritas utama.

Ia juga mencatat bahwa misi PBB untuk sementara waktu merelokasi personelnya demi keselamatan dan keamanan mereka.

Sumber : Anadolu

Baca juga: Dewan Keamanan Uni Afrika akan bahas situasi Kongo

Baca juga: Gencatan senjata baru diumumkan di bagian timur Kongo mulai 4 Agustus

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |