Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa meminta para pengelola destinasi wisata bersiap menghadapi peningkatan kunjungan wisatawan pada masa libur sekolah, sekitar pertengahan Juni sampai Juli 2027.
"Kami berharap seluruh pemangku kepentingan pariwisata dapat terus berkolaborasi menghadirkan destinasi yang aman, nyaman, dan berkualitas sehingga wisatawan dapat menikmati liburan dengan tenang serta membawa kesan positif terhadap pariwisata Indonesia," katanya dalam keterangan pers kementerian yang dikonfirmasi di Jakarta pada Sabtu.
Saat meninjau Waterbom Bali pada Jumat (5/6), dia mengatakan bahwa masa libur sekolah merupakan salah satu momentum penting bagi pariwisata nasional.
Pada masa libur sekolah, pergerakan wisatawan nusantara diperkirakan meningkat signifikan.
Oleh karena itu, pemerintah berupaya memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan diprioritaskan dalam penyelenggaraan pelayanan wisata pada masa libur sekolah.
Pemerintah meminta seluruh pengelola destinasi wisata memastikan sarana dan prasarana pendukung pelayanannya berfungsi dengan baik pada saat kunjungan wisatawan meningkat.
Ni Luh mengatakan bahwa libur sekolah sebaiknya dimanfaatkan untuk menunjukkan kualitas pengelolaan destinasi wisata.
Jadi, penting bagi pengelola destinasi wisata untuk mempersiapkan sarana dan prasarana, manajemen pengunjung, mitigasi risiko, penerapan standar keselamatan, pengelolaan sampah, dan sumber daya manusia guna menghadirkan pengalaman wisata yang aman dan nyaman.
Baca juga: Menpar minta semua pihak utamakan keselamatan selama liburan sekolah
Guna mendukung penerapan praktik keselamatan wisata, Kementerian Pariwisata telah menyiapkan program-program pelatihan bagi pelaku usaha pariwisata.
Program pelatihan mencakup aktivitas berisiko tinggi seperti wisata gunung, wisata perairan, arung jeram, dan snorkeling.
Kementerian Pariwisata juga telah menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), yang mengatur standar pelayanan wisatawan mulai dari tahap perencanaan perjalanan sampai wisatawan kembali dari destinasi.
"Dokumen ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk industri pariwisata, untuk memastikan kesiapan destinasi dalam memenuhi aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan," kata Wakil Menteri Pariwisata.
CEO Waterbom Bali Sayan Gulino mengatakan bahwa pihaknya telah bersiap menghadapi lonjakan pengunjung pada masa liburan, antara lain dengan memastikan fungsi seluruh fasilitas dan sarana pendukung serta menyiapkan pengaturan pengunjung.
"Dengan manajemen kapasitas yang baik, pengunjung tidak perlu mengantre terlalu lama, ketersediaan loker tetap memadai, serta kebersihan toilet dan fasilitas umum tetap terjaga," katanya.
"Dalam menghadapi high season, kami akan tetap disiplin menjaga kapasitas kunjungan sesuai standar yang telah ditetapkan," ia menambahkan.
Baca juga: Pemerintah tingkatkan pengawasan kegiatan wisata di sekitar gunung api
Baca juga: Pemerintah ingin tarik wisatawan berkualitas dengan wisata kebugaran
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































